Menurut Dedi Mulyadi: Inilah Akar Masalah Banjir di Bandung Raya

by -185 views
by
Menurut Dedi Mulyadi: Inilah Akar Masalah Banjir di Bandung Raya


BANDUNG BARAT,

– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengkritik perubahan penggunaan tanah di Kawasan Bandung Utara (KBU), menyatakan hal ini menjadi faktor utama dari banjir yang membanjiri berbagai daerah di Bandung Raya.

Dodi mengatakan bahwa penebangan hutan untuk membuka area pertanian sayuran yang merusak ekosistem telah menciptakan lahan kritis dan mendorong proses sedimentasi di Sungai tersebut.

“Penyebab utamanya adalah pengendapan pada sungai serta kerusakan yang terjadi di daerah hulu. Hutan telah berubah menjadi ladang sayuran, bahkan untuk tanaman tersebut digunakan plastik,” ungkap Dedi ketika ditemui di Cipatat, Bandung Barat, Rabu (19/3/2025).

Untuk menangani permasalahan itu, Dedi merancangkan tindakan pembersihan mirip dengan yang sudah dilaksanakan di wilayah Puncay, Kabupaten Bogor.

“Ia akan membersihkan seperti halnya di Puncak, Bogor,” ujarnya.

Satu desa yang terpengaruh adalah Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, tempat banjir rob dari Sungai Cimeta menenggelamkan 25 rumah. Penyusutan kemampuan tanah untuk menyerap air di bagian atas aliran sungai membuat volume air dalam sungai bertambah dan mengaliri area permukiman warga.

Baca Juga:  Banjir Grobogan Genangi 34 Desa, Hujan Masih Tinggi

Zulkifli (58), seorang penduduk dari Kampung Cibarengkok, RT 03 RW 13, Desa Nyalindung, menyatakan bahwa kebanjiran hanya pernah dialaminya selama dua tahun terakhir.

“Sudah hampir 60 tahun saya menetap di tempat ini, tak pernah sekalipun terjadi banjir. Namun dalam dua tahun belakangan, banjir menjadi kejadian yang rutin terulang setiap tahunnya,” katanya.

Dia mengira bahwa musibah tersebut tidak hanya disebabkan oleh hujan lebat, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan penggunaan tanah serta proyek konstruksi yang ada di daerah hulu.

Menurut Zulkifli, hal tersebut mungkin disebabkan oleh adanya konstruksi di area tinggi seperti rel kereta cepat, jalanan bebas hambatan, serta proyek-proyek pembangunan lainnya yang mengakibatkan peningkatan penyerapan air menjadi berkurang.

Dia berharap pihak berwenang dengan cepat akan turun tangan untuk membatasi konstruksi di area upstream serta membakukan sungai demi mencegah kebanjiran yang kian sering terjadi.

“Harapannya adalah agar pembangunan di daerah hulu dapat dikelola dengan baik. Tujuannya untuk menghindari penderitaan bagi penduduk yang berada di hilir akibat banjir,” tegasnya.

Baca Juga:  JHPiego Sosialisasi kesehatan Ibu dan Anak di Desa Sukaraksa Cigudeg


Penulis: Penyumbang dari Bandung, Bagus Puji Panuntun

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.