Banjir Grobogan Genangi 34 Desa, Hujan Masih Tinggi

by -
Banjir Grobogan Genangi 34 Desa, Hujan Masih Tinggi



Banjir yang melanda 34 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terjadi pada Senin, 16 Februari 2026 dini hari. Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang turun dalam intensitas tinggi sejak sehari sebelumnya, sehingga menyebabkan sungai-sungai meluap.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, total warga terdampak banjir di Grobogan mencapai 5.214 kepala keluarga. Ia juga menyatakan bahwa potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung selama dua hari ke depan, sehingga ancaman banjir susulan tetap ada.

Menurut Abdul, sumber air yang menyebabkan banjir berasal dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan, wilayah yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Kedungjati, di mana tujuh desa terkena luapan Sungai Tuntang dengan ketinggian muka air antara 20 hingga 40 sentimeter. Desa Wates menjadi yang paling banyak terdampak dengan jumlah 1.000 KK.

Di Kecamatan Tegowanu, banjir terparah terjadi di Desa Sukorejo dan Kebonagung dengan jumlah warga terdampak masing-masing 600 dan 526 KK. Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter. Tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari jebol, serta tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, juga mengalami kerusakan. Saat ini, kondisi banjir mulai surut.

Baca Juga:  5 Zodiak yang Selalu Diusik Kekacauan, Tapi Paling Beruntung Temukan Kedamaian

Selanjutnya, di Kecamatan Gubug, kerja bakti peninggian tanggul Sungai Tuntang di Desa Penadaran terus dilakukan untuk mencegah luapan susulan. Di Kecamatan Purwodadi, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah seperti Kelurahan Purwodadi dengan 584 KK terdampak, serta Kelurahan Kalongan di Perumahan Permata Hijau dengan 1.180 KK terkena banjir yang mencapai satu meter.

Di Kecamatan Karangrayung, banjir terjadi di Desa Karangsono dan Desa Mojoagung. Tanggul Sungai Jajar Baru di Desa Mojoagung jebol, menyebabkan air masuk ke pemukiman warga. Saat ini genangan mulai surut dan hanya tersisa di beberapa ruas jalan desa. Selain itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Geyer, Kecamatan Toroh, dan Kecamatan Pulokulon.

Hingga Senin pukul 14.00 WIB, pantauan tinggi muka air di Bendung Sedadi menunjukkan elevasi 26,68 mdpl atau berada pada level siaga dan berangsur turun. Namun, Pos Menduran mencatat tren kenaikan debit air. “BNPB terus berkoordinasi bersama BPBD dan unsur terkait dalam upaya penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, distribusi logistik, monitoring lapangan, serta penguatan tanggul darurat yang dilakukan di sejumlah titik,” ujar Abdul.

Baca Juga:  AS Terbangkan Pesawat Nuklir - Respons Pemutusan Hotline Militer Korut-Korsel

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat. “Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat banjir di Grobogan,” tambah Abdul.