JAKARTA,
– Mobil Suzuki Jimny dengan lima pintu sering kali menjadi incaran favorit bagi para pecinta modifikasi, tidak hanya terbatas pada model tiga pintu atau pun lima pintu.
Walaupun telah dilengkapi dengan penampilan yang keren dan maskulin, hal itu tidak menyurutkan minat para modifikator dalam mengerjakan SUV terkenal dari Suzuki tersebut.
Sama seperti yang telah dikerjakan oleh Mocho Fabrication, sebuah bengkel modifikasi terletak di Broadway, Inggris.
Mocho Fabrication merombak Suzuki Jimny JB74 dengan setir di sisi kanan dari tahun 2019 menjadi sebuah pikap atau badan ganda berkonfigurasi roda 6×4.
Dikutip dari
Carscoops
, Selasa (4/3/2025), desain eksterior Jimnya tetap mirip sebelumnya. Tetap menggunakan radiator grille lebar dengan headlamp bundar.
Di sisi rear end, ada penambahan panel body guna menyesuaikan dengan area cargo di bagian belakang yang lumayan lebar.
Di samping itu, ada penambahan deflektor agar bisa memasangkan dua roda ekstra di bagian belakang, yang akan mengubahnya menjadi konfigurasi 6×4.
Bagian belakang yang menjulur ke atas menyerupai mobil jenis double cabin pada Jimny, lengkap dengan penambahan tiang di sisi-sisinya dan ban cadangan terpasang di pintu belakang.
Mengarah ke sektor interiornya, Jimny Mocho Fabrication mendapat beberapa penyesuaian. Kursi serta pelapis pintu saat ini dilapisi dengan bahan kulit dalam nuansa hitam dan kelabu muda. Fitur hiburan standarnya diganti dengan sistem Kenwood.
Menghadapi tantangan dalam hal performa, kendaraan ini tetap dilengkapi dengan mesin berkapasitas 1.5 liter yang mampu memproduksi daya sebesar 103 tk dan torsi hingga 134 nm.
Akan tetapi, si modifikator menyematkan turbocharger Garrett, saluran masuk, injector, serta intercooler yang membuat daya naik hingga 170 tk dan torsi mencapai 270 Nm.
Mesin itu dilengkapi dengan transmisi otomatis berpersetujuan keempat, yang dihubungkan melalui sistem gerakan enam rodanya.
Jimny 6×4 direncanakan untuk dilelang pada tanggal 1 Maret di Ascot Racecourse, Inggris, dengan estimasi harga sekitar 50.500 dolar AS atau kurang lebih Rp 830 juta.






