Populer: Sri Mulyani Bantah Kabar Resign; IHSG Terjun Bebas

by -116 views
by
Populer: Sri Mulyani Bantah Kabar Resign; IHSG Terjun Bebas

Menteri Keuangan Sri Mulyani membantah kabar bahwa dia akan mengundurkan diri dari kabinet Prabowo. Berita tersebut menjadi sorotan utama sepanjang hari Selasa (18/3).

Di luar itu, kabar tentang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang jatuh sebesar 6,02 persen serta perdagangan yang sementara waktu ditangguhkan menjadi berita terpopuler. Berikut adalah ringkasannya.


Sri Mulyani Bantah Kabar Peny resignasi

Sri Mulyani menyampaikan bahwa sampai saat ini ia masih melaksanakan kewajibannya sebagai Bendahara Negara. Dia juga menekankan adanya berbagai spekulasi tentang jabatannya tersebut. Sri Mulyani memastikan bahwa hingga hari ini beliau terus bekerja dengan penuh perhatian mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh Presiden, termasuk pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta urusan finansial negara secara profesional.” Hal itu disampaikannya pada sebuah konferensi pers di hari Selasa tanggal 18 Maret kemarin.


Menurutnya, dirinya serta tim dari Kementerian Keuangan terus beroperasi dengan normal sampai saat ini untuk mengelola APBN, yang merupakan alat utama dalam mewujudkan sasaran pembangunan Prabowo.

Baca Juga:  Dirut PT KAI Kunjungi Stasiun Tasikmalaya, Layani 1,76 Juta Penumpang Selama Nataru

“Maka dengan tegas, saya menyatakan bahwa saya berada di sini untuk tetap maju dan tidak akan mundur. Saya menegaskan kembali bahwa saya yang mengatur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta bekerja sama dengan tim Kementerian Keuangan untuk memantau kondisi keuangan negara. Kami hadir di sini dan siap bertanggung jawab atas pengawasan finansial negeri ini,” ungkapnya secara tegas.


IHSG Ambruk

Dalam sesi perdagangan pertama pada hari Selasa (18/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis sebesar 395,87 poin atau 6,12%, sehingga ditutup pada angka 6.076,08. Pada jam 11:19:31 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), Bursa Efek Indonesia (BEI) dipaksa untuk menjeda kegiatan jual-beli saham selama 30 menit karena IHSG merosot melebihi 5%.

Arus investasi asing juga menggambarkan sentimen pasar yang kurang positif. Menurut data RTI, para investor luar negeri telah mengambil kembali total dana senilai Rp 26,92 triliun dari bursa saham dalam periode tahun ini hingga saat ini.

year to date

/ytd).

Baca Juga:  Resep Lele Bakar Bumbu Padang, Rasa Pedas Gurih yang Menggugah Selera

Di sisi lain, Berdasarkan data Bloomberg pukul 11.45 WIB, nilai tukar rupiah melemah 56,50 poin atau 0,34 persen ke level Rp 16.462 per dolar AS.

Pengamat pasar modal, Ibrahim Assuaibi, menilai anjloknya IHSG tidak lepas dari berbagai faktor global dan domestik. Salah satunya adalah ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang semakin agresif terhadap mitra dagangnya.


“IHSG menunjukkan penurunan yang menurut saya sangat mencolok, hampir 4,9%, yaitu sekarang berada di angka 6.154, dibandingkan dengan hari sebelumnya yang masih berkisar antara 6.600-an. Ini adalah penurunan drastis dan luar biasa besar,” ungkap Ibrahim kepada


, Selasa (18/3).

Di dalam negeri, lanjut Ibrahim, ketidakpastian ekonomi juga turut menekan pasar. Defisit anggaran yang melebar menjadi perhatian utama, terutama setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan kondisi fiskal yang kurang menggembirakan. Fluktuasi nilai tukar rupiah yang kian melemah juga menjadi sinyal negatif bagi investor.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti beberapa isu utama yang membuat IHSG terus melemah. Ia menyebut bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang buruk, kebijakan pemerintah yang dianggap tidak realistis, serta berbagai isu mega korupsi telah merusak kepercayaan investor.

Baca Juga:  Ranjang Warga Sumur Banten Bergoyang Akibat Gempa Magnitudo 5,3

“Ada beberapa isu penyebab IHSG memburuk: akibat hasil APBN Februari yang buruk dan outlook fiskal yang berat di 2025, akibat kebijakan Pemerintah yang tidak realistis dan tanpa teknokrasi yang jelas, akibat berbagai isu mega korupsi yang merusak trust,” ungkapnya.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.