Tekat Tiga Dara: Destinasi Wajib untuk Oleh-oleh Khas Kerajinan Pekanbaru

by -189 views
by
Tekat Tiga Dara: Destinasi Wajib untuk Oleh-oleh Khas Kerajinan Pekanbaru



Pekanbaru tidak hanya terkenal karena pesona alamnya dan makanannya yang enak, namun juga diketahui melalui hasil karya seni buatan tangan yang menarik.

Satu destinasi yang harus dilihat oleh pelancong adalah Tekat Tiga Dara, pusat perbelanjaan souvenir di mana mereka dapat menemukan hasil karya lokal yang istimewa dan ciri khas dari wilayah tersebut.

Di tempat ini, Anda dapat menjumpai beragam barang buatan tangan yang mencerminkan kebudayaan serta adat istiadat penduduk Pekanbaru.

Mulai dari anyaman ganci tanjak, tepak sirih, hingga berbagai produk menarik lainnya, Tekat Tiga Dara menghadirkan kecantikan yang tidak boleh dilewatkan.


Bakpia kukus tugu jogja, oleh-oleh khas jogja yang lembut, empuk, dan enak

Produk kerajinan dari Tekat Tiga Dara tidak hanya berfungsi sebagai cenderamata biasa, tetapi juga membawa estetika yang cukup tinggi.

Tiap barang diproduksi dengan kesungguhan dan kasih sayang, sehingga menjadi opsi ideal untuk dijadikan buah tangan.

Untuk pecinta kerajinan setempat, lokasi ini seperti surgawi yang menyuguhkan banyak opsi kreatif dan menggoda.


Tentang Tekat Tiga Dara

Memakai kain batik berwarna hitam yang bertabur motif bunga hijau, Tengku Syarifah Nurlia Zahara (50) menyapa hangat kunjungan dari TribunPekanBaru.com di tempat tinggalnya yang terletak di Jl. Dahlia Gang Jati No. 5, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru pada hari Rabu, tanggal 26 Februari 2025.

Pada siang hingga mendekati petang, Syarifah ditemani oleh putrinya kedua, Afifah Safni, yang memakai pakaian serupa dengan sang ibu, yaitu busana batik berwarna hitam dengan corak bunga hijau.


Kelezatan Nastar 5 Saudara di Pontianak dengan Bentuk Khas Seperti Daun yang Sempurna Sebagai Souvenir

Kedua belah pihak menyambut kami dengan hangat saat tiba di hunian mereka yang terletak di Perumahan Komplek Kejaksaan.

Itulah di rumah tempat Syarifah beserta suami dan anaknya menciptakan beragam jenis kerajinan tangan yang khas bagi budaya Melayu.

Barang-barangnya dipajang memperindah seluruh area ruangan.

Tanpa perlu bersusah-payah mencari, mata kita terpaku langsung pada ragam dekorasi dinding, tanjak,sarung bantal, kipas, hingga berbagai macam cinderamata khas Melayu yang mempesona dengan nilai seninya.

Tiap objek dalam kamar tersebut tampaknya mengandung latar belakang dan narasi masing-masing.

Di samping tanjak dan berbagai jenis suvenir, area inti ruangan juga menampilkan barisan kain batik yang berasal dari Riau.

Di pajangkan di setiap sudut ruangan dengan warna-warna yang menggoda mata.


5 Destinasi Populer di Sekitar Stasiun Tugu: Jelajahi Malioboro dan Buruan Oleh-oleh Khas Jogja

Ketika kami memasuki kamar samping, terdapat sebuah mesin pengayak benang tradisional yang dibuat dari kayu dan tersusun dengan rapi.

Benang sudah dipasang dan siap untuk dikerjakan menjadi karya seni tenun yang luar biasa.

Antara tiang pendukung mesin penganyam tersebut juga dipasangi selembar kertas yang mengandung ilustrasi desain anyaman.

Beberapa puluhan tali dalam beragamwarna dipasang pada tembok.


By-Iby dari Pudak Gresik: Snack Khas yang Lezat dengan Harga Terjangkau hanya Rp 30 Ribuan

Bottle-botol dan gelas plastik yang mengandung tinta batik berserakan di atas meja kayu dengan keadaan agak kacau.

Hampir tidak ada area yang tidak dimanfaatkan.

Di halaman depan rumahnya, tersedia beberapa kain berukuran 1,5 meter kali 2,5 meter, sudah ditambahkan pola batik yang menawan.

Baca Juga:  Gempa 5,4 Skala Richter Guncang Jayapura, Papua

“Baru saja selesai dibatik, namun belum kering sepenuhnya, oleh karena itu kitajemurnya di sini,” ujar Syarifah.

Di tempat tinggal yang sederhana ini, kami menyadari sejauh mana cintanya Tengku Syarifah pada warisan budaya Melayu.

Tiap pojoknya mengandung gairah dan komitmen dalam merawat keelokan warisan kesenian tradisional yang berharga luar biasa.

Tempat tinggalnya tidak cuma dijadikan sebagai rumah biasa, melainkan sebuah area kehidupan yang dipadati berbagai narasi serta kreasi seni berkualitas premium.

Syarifah adalah seorang ahli dalam seni menenun dan melukis batik khas Riau.


Harus Membeli Oleh-Oleh Nila Crispy ketika Berlibur di Banyumas, Harga Dimulai dari Rp 20 Ribu

Ia terkenal secara luas di kawasan Nusantara Biru.

Dia mengabdikan diri pada dunia tenun dan batik sejak usianya masih muda.

Sampai sekarang, Syarifah tetap aktif dalam bidang kerajinan tangan yang merupakan warisan budaya Melayu.

Sekarang kemampuan mengtenun, menjahit, dan membatik mulai ia ajarkan kepada anak-anaknya secara bertahap.

“Sejak kecil saya sudah suka dengan aktivitas menenun dan membatik, ketika berusia remaja pada era 1990-an, saat itu saya masih bertempat tinggal di Bangkinang,” kenangan Syarifah tentang permulaan minatnya dalam bidang tenun dan batik tersebut.

Setelah pernikahan, Syarifah berpindah untuk sejenak ke Dumai bersama suaminya yang ditugaskan di sana.

Pada tahun 2006, Syarifah memutuskan untuk tinggal di Pekanbaru dan mengawali bisnis kerajinan tangan Melayu yang ia namakan Candafa Tekat Tiga Dara.

“Nama ini diambil dari perkumpulan ketigah putri saya, sekadar catatan semua anak kami adalah wanita,” katanya.

Perusahaan yang dia bangun bersama keluarganya semakin maju dan menjadi terkenal di kalangan publik.

Produk tersebut pun unik berkat sentuhan Melayunya yang sangat terasa.

Wajar saja bila barang dagangannya sering kali menarik perhatian dan hati konsumennya.

Bukan hanya berasal dari Riau, tetapi juga dari luar kota tersebut.

” Ada yang berasal dari Medan, Jakarta, dan Kalimantan juga,” ujar si ibu kepada ketiganya anaknya.

Bukan hanya berasal dari dalam negri saja, produk kerajinan tangan Candafa Tekat Tiga Dara ini ternyata cukup populer dan sering dipesan oleh pembeli mancanegara pula.

Terutama dari negara tetangga, Malaysia.

Syarifah sangat mengerti bahwa mutu merupakan aspek utama yang perlu dipertahankan dalam seluruh barang produksi mereka.

Dia bahkan tidak ragu untuk memberikan jaminan apabila terdapat keluhan dari pelanggannya.

“Bila terdapat bagian yang kurang rapi, kami akan menjahit kembali dan merapikannya, sedangkan bila warnanya pudar, kami akan menggantinya dengan yang baru,” katanya guna menjamin kepuasan pelanggan saat menggunakan seluruh produknya.

Meski demikian, dalam hal harga, barang-barang yang dihasilkan oleh UMKM milik Syarifah ini cukup terjangkau untuk konsumen.

Dimulai dengan harga sekitar Rp 10 ribu untuk suvenir dan antaraRp 50ribu hingga ratusan ribuuntuk tanjak.

Untuk batik dihargai mulai dariRp 350ribu hingga Rp1juta, bergantung pada tipe kain dan desainnya.

Untuk dekorasi dinding, harga yang ditawarkan berkisar antara beberapa ribu hingga jutaan rupiah.

Menurutnya, yang paling banyak dicari adalah sulaman tekat, suvenir, dan batik tulis. Kemarin, Pak Pj Gubernur Riau memesan 100 lembar di sana.

Baca Juga:  Jalur Baru Trans Pakuan Masih Temui Kendala


Dukungan BRI

Kecapaian bisnis kerajinan tradisional Melayu Candafa Tekat Tiga Dara yang dimiliki oleh Syarifah pasti tak lepas dari bantuan berbagai pihak.

Sekarang baik itu dukungan dari dalam keluaga ataupun dari luar keluarga.

Salah satunya berasal dari BRI Pekanbaru.

Syarifah sangat mengingat dengan jelas ketika bisnisnya mulai maju dan pemesanan meningkat tajam, ia kebingungan dalam hal modal untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan guna pembuatan batik serta kain tenun.

Itu lah yang mendorongnya untuk mengajukan pinjaman modal via program KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) di Kantor Wilayah BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) Pekanbaru.

“Pada awal pendiriannya, perusahaan ini sempat mengajukan kredit Usaha Rakyat senilai Rp 25 juta ke Bank BRI karena permintaan yang semakin meningkat pada waktu itu sehingga dibutuhkan modal ekstra untuk pembelian bahan baku,” katanya.

Bukan cuma melalui KUR, BRI menunjukkan perhatiannya pula dengan cara-cara yang berbeda.

Untuk para pebisnis UMKM di Pekanbaru, seperti halnya Candafa Tekat Tiga Dara, disediakan fasilitas bagi mereka yang ingin ikut serta dalam workshop tentang membatik dan menenun.

Tidak hanya itu, BRI juga menyediakan perlengkapan penunjang yang bisa digunakan untuk memperkuat produktivitas.

Termasuk menyediakan opsi pembayaran digital dengan menggunakan QRIS.

“Alhamdulillah kita diperoleh dukungan dari BRI, kita diajarkan pelatihan, disediakan mesin tenun serta pembiayaan melalui KUR. Dukungan ini pastinya amat penting bagi kita semua, tidak hanya dalam peningkatan volume produksi tetapi juga ekspansi pasar,” ucapnya.

Filipus Evan Adinda, pimpinan cabang BRI Lancang Kuning, menjelaskan bahwa Tekad Tiga Dara adalah salah satu usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan yang didampingi oleh Kantor Wilayah Bank BRI Pekanbaru. Usaha ini memproduksi kerajinan tradisional khas Melayu Riau.

Dia menyatakan apresiasinya atas perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah meraih kesuksesan dan terus tumbuh berkat bantuan pendanaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

” Kami menawarkan sejumlah program serta pengakuan khusus untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah sukses bertumbuh. Selain itu, kami juga membantu mereka terlibat dalam pameran dan beragam kegiatan lainnya,” jelasnya.

Bank BRI bertekad untuk tetap mendukung para pengusaha kecil dalam meningkatkan bisnisnya melalui beragam layanan dan dukungan yang ada.

BRI bukan saja menawarkan pendanaan, namun juga bantuan dalam meningkatkan mutu barang, mengembangkan strategi pasarnya, serta mendorong pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

“Siap kami berikan layanan berkualitas tinggi kepada UMKM di Pekanbaru serta daerah sekitarnya. Banyak jenis layanan mulai dari tabungan, pendanaan lewat program KUR dan Kupedes, hingga kredit sampai Rp 500 juta bisa dipakai untuk mendorong perkembangan perusahaan para pengusaha UMKM ini,” ungkapnya dengan percaya diri.


Tonton juga:


Saran lokasi untuk menyewa sepeda motor di Pekanbaru

Pengunjung, apabila Anda tetap berkeinginan untuk berlibur di Pekanbaru namun belum memiliki kendaraan pribadi, dapat mencoba menyewa sepeda motor di lokasi penyedia jasa sewa.

Berikut ada sejumlah saran lokasi penyewaan sepeda motor di Pekanbaru yang dapat Anda pinjam secara harian sampai mingguan.

Daftar lokasi penyewaan sepeda motor di Pekanbaru ini akan membantu Anda mengeksplor berbagai destinasi wisata serta pusat oleh-oleh saat sedang berlibur.

Baca Juga:  IMF Targetkan Rp 6-7 M Penjualan

Berikut rekomendasinya:


1. Jadi Jaya

Ingin menyewa sepeda motor dengan harga terjangkau di Pekanbaru? Jadi Jaya dapat menjadi opsi yang sesuai untuk Anda.

Jadi Jaya menawarkan sewa sepeda motor dengan harga cukup murah, yaitu hanya dimulai dariRp 50.000 setiap harinya.

Varian pilihan unit kendaraannya cukup banyak, jadi dapat diadaptasi sesuai keinginan konsumen.

Biaya peminjaman mencakup penyewaan Helm, Jas Hujan serta Layanan Pengantaran dan Penjemputan.

Bagi Anda yang ingin melakukan pemesanan atau memperoleh detail tambahan, silakan hubungi nomor ini: 08117588377.

Alamat: Jalan Murai Batu Nomor A1-6, Perempatan Tiga, Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.


2. Rental Motor Pekanbaru

Selanjutnya, terdapat Rental Motor Pekanbaru yang dapat memenuhi keperluan transportasi Anda saat menjelajahi Pekanbaru.

Rental Motor di Pekanbaru menawarkan berbagai sepeda motor untuk disewa dengan harga sewa dimulai dari Rp 100.000 per harinya.

Ketentuan peminjamannya sederhana dan tidak rumit, selain itu keadaan sepeda motornya juga dirawat dengan baik.

Para pelanggan akan diberikan fasilitas helm serta jas hujan, selain itu terdapat juga layanan pengantaran dan penjemputan.

Bagi Anda yang ingin melakukan pemesanan atau memerlukan informasi tambahan, silakan hubungi nomor ini: 081364588843.

Alamat: Jl. Serasi No. 10, Delima, Tampan, Kota Pekanbaru, Riau.


3. Delta Rental Motor

Delta Rental Motor menawarkan berbagai macam kendaraan terkini.

Pastinya unit ini dalam keadaan terpelihara dengan baik dan sudah siap untuk langsung digunakan, jadi akan membuat Anda merasakan kenyamanan saat menggunakannya.

Harganya bervariasi tergantung pada jenis sepeda motor dan lama waktu peminjaman yang sudah ditentukan.

Tiap unit sepeda motor yang dipinjam telah mencakup perlengkapan jaket hujan, helm serta layanan pengantaran dan penjemputan secara cuma-cuma.

Bagi Anda yang ingin melakukan pemesanan atau memerlukan informasi tambahan, silakan hubungi nomor ini: 085276742012.

Alamat: Jl. Tengku Bey, Simpang Tiga, Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau.


4. Rental Motor Hayatul

Rental Motor Hayatul juga menyediakan berbagai macam unit sepeda motor matic.

Harga sewanya dimulai dari Rp 100.000 setiap harinya.

Biaya tersebut telah mencakup penyewaan helm, jas hujan, serta pelayanan pengantaran ke berbagai tempat yang ditentukan.

Berbagai paket menarik pun tersedia untuk dipilih.

Bagi yang ingin melakukan pemesanan atau memperoleh detail tambahan dapat menghubungi nomor 081273096073.


5. Sewa Mobil dan Sepeda Motor Samosir

Lokasi penyewaan sepeda motor di Pekanbaru lain yang dapat dipertimbangkan adalah Samosir Rental Mobil & Motor.

Samosir Rental Mobil & Motor menawarkan kendaraan yang dirawat dengan baik dan dilengkapi dengan 2 Helm, 2 Jas Hujan, juga mereka memiliki layanan pengantaran dan penjemuan.

Harga sewa yang ditawarkan pun bervariasi, bergantung pada jenis sepeda motornya serta lamanya peminjaman.

Bagi Anda yang ingin melakukan pemesanan atau memperoleh detail tambahan, silakan menghubungi nomor ini: 081365020345.

Alamat: Jalan Kapau Sari IX, Perumahan Cendana Blok D1 No. 22, Kelurahan Tenayan Raya, Kecamatan Tengkerang Timur, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.



(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono) (/nurulintaniar/yurokha)



Artikel ini sebelumnya dipublikasikan di TribunPekanbaru.com denganjudul
Tekad Tiga Dara: Memelihara Warisan dan Mengarungi Harapan Melalui Seni Kerajinan Tangan Khas Melayu

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.