IMF Targetkan Rp 6-7 M Penjualan

by -9 views
Foto : pikiran-rakyat
Foto : pikiran-rakyat

Untuk mengejar Indonesia sebagai kiblat busana Muslim dunia pada 2020, pengusaha dan perancang busana Muslim Indonesia menguatkan pasarnya di dalam negeri. Pasar dalam negeri ini sangat besar karena umat Islam di Indonesia merupakan terbesar di dunia.

Hal itu disampaikan founder dan owner Shafira Group Fenny Mustafa pada acara “Indonesian Muslimha Fest” (IMF) yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Rabu (1/1) hingga Minggu (3/4). Fenny didamping Agung Hudayatulloh, EO penyelenggara acara.

Disebutkan Fenny, Indonesia termasuk negara dengan jumlah muslim terbanyak. Selain itu pemakai busana muslim juga meningkat setiap tahun, semua kelas mulai dari yang baju-baju yang berkelas (brand) sampai non brand diminati pasar.

“Pasar besar ini harus dikuasai, jangan sampai jatuh kepada pihak lain,” ujar Fenny.

Dicontohkan, banyak perusahaan garment dan pakaian konvensional dalam negeri yang tutup karena pasar di dalam negeri tidak kuat. Akibatnya, untuk pasar konsumen berkelas, jadi sasaran brand luar negeri sedangkan untuk pasar non brand menjadi sasaran pasar China dan Korea.

Penguatan pasar dalam negeri ini, kata Fenny, akan dapat mengangkat produksi UMKM yang bergerak di bidang busana Muslim.

Sedangkan untuk eksport, baru akan dikembangkan setelah pasar dalam negeri menguat. Namun dari pengalaman pasar menunjukkan, busana muslim produk sekelas Tanah Abang dan Pasar Baru Bandung sangat diminati pasar Timur Tengah, Malaysia, dan Brunnai.

Sementara itu disampaikan Agung Hidayatullah, IMF diikuti 160 booth dengan target penjualan selama festival lebih kurang Rp 6-7 M dengan penghasilan rata-rata setiap booth berkisar antara Rp 5-10 juta per hari. Sedangkan target pengunjung 3.000 per hari dengan tingkat kunjungi tinggi mulai sorte hingga malam hari.

Untuk hari pertama saja, kata Agung, jumlah pengunjung mulai pembukaan sampai pukul 13.00 wib sudah mencapai 2.000 orang. “Jadi target perhari 3.000 orang pengunjung dengan target penjualan seperti itu saya kira masuk dalam hitungan,” ujarnya.

IMF tidak hanya digelar di Bandung tetapi juga di kota-kota lain dan akan menjadi agenda tahunan. Selain diisi pameran, IMF juga menyuguhkan fashion show, kompetisi, dan hiburan dengan menampilkan sejumlah artis papan atas Indonesia. (A-148/A-89)***