Lebih dari Lima Ribu Kader dan Pengurus Nasdem di Jabar Mengundurkan Diri

by -1 views
Foto : pikiran-rakyat.com
Foto : pikiran-rakyat.com

Lebih dari 5.000 pengurus dan kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Jawa Barat mundur.

Aksi itu masih merupakan lanjutan dari perpecahan di internal partai yang baru pertamakalinya akan menjadi peserta pemilihan umum pada tahun 2014 nanti.

Pernyataan itu dilontarkan Romli Atmasasmita yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Pembina DPD Partai Nasdem Jabar dalam konferensi pers, di salah satu hotel di Bandung, Rabu (30/1).

Saat itu, beberapa kader juga melakukan aksi membuang kartu anggota Nasdem serta mencopot dan merobek atribut partai berupa jas dan kaos.

“Kami menolak hasil kongres di Jakarta. Banyak aturan partai yang dilanggar, salah satunya aksi intimidasi,” kata Romli.

Intimidasi itu telah dilakukan ke para kader di Jabar demi memperoleh dukungan di partai pimpinan Surya Paloh itu.

Menurut Romli yang juga tercatat sebagai anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, saat ini, partai tersebut sudah disusupi oleh organisasi masyarakat (ormas) Nasional Demokrat.

Bahkan, ia menilai bahwa ormas berusaha menguasai partai dan dibiarkan oleh para petinggi partai. Bahkan, para petinggi malah merestui aksi ormas tersebut. “Meski partai lahir dari ormas, namun bukan berarti menguasai partai,” ucapnya.

Ditambahkannya, karena intimidasi dan campur tangan ormas, partai itu dinilai telah melupakan tujuan awalnya yang mengusung perubahan.

Pengunduran diri pun dilakukan karena ia dan lebih dari 5.000 kader di Jabar sudah tidak sejalan dengan arah gerak Nasdem.

Romli menuturkan, aksi pengunduran diri dilakukan oleh DPD Nasdem Cimahi, DPD Nasdem Kabupaten Bogor, Liga Mahasiswa Nasdem Jabar, dan sejumlah kader DPW Nasdem Jabar lainnya.

Romli mengatakan, ribuan kader Nasdem Jabar itu berencana untuk merapat ke Persatuan Indonesia (PI) yang didirikan mantan Ketua Dewan Pakar Nasdem Hary Tanoesudibjo. Itu dilakukan untuk mempererat konsolidasi dan merencanakan arah kegiatan selanjutnya.

Menurut dia, Hary juga mengalami hal yang sama dengannya yaitu tidak setuju dengan arah kebijakan Nasdem yang tidak lagi mengusung perubahan. “Nasdem telah menyingkirkan kaum muda,” katanya.

Apalagi, Hary dianggapnya sebagai kader yang telah berjasa membantu membesarkan Nasdem. Partai pun seharusnya menghargai dia meskipun masih tergolong baru, meski ternyata dibalas dengan aksi yang melecehkan dan menghina. (A-160/A-89)***

Sumber : pikiran-rakyat.com