JABARMEDIA – Parung di utara Kabupaten Bogor akan bertransformasi. Bupati Rudy Susmanto menyiapkan wilayah ini sebagai pusat ekonomi baru yang modern dan terintegrasi. Konsepnya menggabungkan perdagangan, kuliner, dan transportasi. Ini bukan sekadar penataan pasar biasa. Rencana strategis ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta kenyamanan masyarakat.
Langkah transformatif ini disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Ini terjadi saat rapat koordinasi bersama jajaran kepala perangkat daerah di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, pada Senin (27/4). Beliau menegaskan kawasan Parung punya potensi besar untuk dikembangkan. Rencana utamanya adalah pembangunan pasar ikan. Pasar ini akan terintegrasi dengan pusat layanan masyarakat dan area kuliner. Sinergi unik diharapkan tercipta.
“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah,” ujar Rudy Susmanto. Ia menjelaskan visi pembangunan yang menyeluruh. Kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung. Contohnya area parkir terpadu (park and ride) dan shelter angkutan umum. Ini diharapkan mampu mengatasi persoalan kemacetan yang kerap terjadi.
Strategi Pengembangan Lahan dan Kolaborasi
Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan dua titik lahan strategis untuk mendukung pengembangan ini. Lahan pertama seluas sekitar 7.000 meter persegi direncanakan menjadi pusat utama kegiatan ekonomi terintegrasi. Sementara itu, lahan kedua seluas kurang lebih 2 hektar akan difungsikan sebagai pengembangan kawasan pendukung, termasuk akses transportasi yang lebih baik.
Menurut Rudy, pengembangan ini bertujuan ganda. Yakni meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara langsung. Ia menegaskan pendekatan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta. “Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya. Ini menggarisbawahi pentingnya sinergi untuk percepatan pembangunan.
Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, Pemkab Bogor membuka berbagai opsi, mulai dari sewa hingga Kerja Sama Operasi (KSO) jangka panjang. Pemerintah juga menjanjikan kemudahan perizinan sepanjang sesuai ketentuan. Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa penataan wilayah dilakukan secara bertahap dan estafet.
Penataan Wilayah dan Optimalisasi Aset
“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. Kita ingin menghadirkan ketertiban sesuai semangat Tegar Beriman. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” jelas Ajat Rochmat Jatnika. Ia menambahkan, penataan Parung juga mencakup optimalisasi aset lama, seperti terminal yang selama ini tidak termanfaatkan. Terminal tersebut kini diaktifkan kembali dan akan diintegrasikan dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan.
“Ke depan, kawasan Parung dirancang menjadi satu kesatuan yang terhubung hingga Ciseeng. Bahkan ini akan mengangkat potensi lokal sebagai ikon Kawasan,” ujar Ajat. Visi ini menunjukkan ambisi besar. Tujuannya menjadikan Parung pusat pertumbuhan komprehensif. Ini mencakup sektor perdagangan dan pariwisata lokal.
Dukungan Perumda Pasar Tohaga dan Target Pasar Ikan Hias
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga menyatakan langkah teknis penataan sudah disiapkan. Ini termasuk relokasi PKL ke dalam area pasar. Sebanyak 700 lapak telah disiapkan untuk menampung para pedagang. Mereka khususnya bergerak di sektor sayur-mayur, basahan, hingga komoditas ayam dan ikan. Ini adalah bagian krusial dari upaya menciptakan kawasan modern yang tertib dan bersih.
“Penataan ini tidak hanya memindahkan PKL, tetapi juga membersihkan kawasan depan pasar. Area tersebut akan dijadikan zona merah terlebih dahulu sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah menjadi taman atau sentra ikan hias,” ungkap Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga. Ia mengakui sempat ada pro dan kontra di kalangan pedagang awalnya. Namun, dukungan kini semakin menguat, mencapai sekitar 90 persen.
Perumda Pasar Tohaga menargetkan pengembangan kawasan Parung. Tujuannya menjadikannya sentra ikan hias yang mampu bersaing regional. Bahkan, diharapkan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Target ambisius ini membutuhkan dukungan infrastruktur memadai. Itu meliputi penataan lapak, fasilitas pasar bersih, representatif, hingga akses parkir yang baik. Ini akan menjadikan Parung sebagai pusat ekonomi baru yang unik.
Penataan kawasan Parung ini adalah bagian dari strategi besar. Pemerintah Kabupaten Bogor ingin menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayahnya. Dengan konsep terintegrasi, Parung diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan. Namun juga ruang publik yang nyaman dan modern bagi masyarakat. Ini akan memperkuat identitasnya sebagai kawasan modern.









