JABARMEDIA – Liga Karate Antar Pelajar Seri I Tahun 2026 telah sukses diselenggarakan di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung. Ajang kompetisi ini berlangsung meriah selama tiga hari, dari tanggal 29 hingga 31 Mei 2026. Kompetisi ini mempertemukan talenta-talenta muda karate dari berbagai daerah. Keberhasilan penyelenggaraan ini menandai dimulainya peta persaingan yang semakin ketat dan merata di dunia karate pelajar.
Ketua Panitia Pelaksana Liga Karate Antar Pelajar Seri I Tahun 2026, Dadang Ginanjar, mengonfirmasi kelancaran seluruh rangkaian acara. Menurutnya, persiapan matang dan kerja sama tim yang solid menjadi kunci utama kesuksesan ini.
“Alhamdulillah untuk pelaksanaan di hari terakhir ini semua berjalan lancar,” ujar Dadang, Minggu (31/5/2026). Ia melanjutkan, “Alhamdulillah tidak ada kendala dan Insya Allah hasilnya pun yang terbaik.” Dadang juga menambahkan, “Sampai hari ketiga ini kita tidak ada kendala sama sekali.” Pernyataan ini menegaskan komitmen panitia dalam menyajikan kompetisi yang profesional.
Transformasi Peta Persaingan di Seri I
Dadang Ginanjar menyoroti adanya perubahan signifikan dalam peta persaingan pada Liga Karate Antar Pelajar kali ini. Dinamika juara umum yang sebelumnya didominasi, kini mulai bergeser, menunjukkan pemerataan kekuatan atlet. “Mungkin yang berubah itu kita di seri sekarang itu ada perubahan klasemen,” jelasnya. Ia menambahkan, “Yang biasanya itu ada yang apa Juara umum tradisional, maksudnya yang dari seri 1, 2, 3 tahun kemarin tetep sama, sekarang ada perubahan bergeser.” Pergeseran ini menjadi indikator positif bagi perkembangan karate di kalangan pelajar.
Munculnya nama-nama baru di puncak klasemen menjadi bukti nyata perubahan tersebut. “Sekarang juara umum pertama itu ada di Garut All Star,” ungkap Dadang. Ia melanjutkan, “Kemudian juara umum kedua itu dari Grewal.” Dadang menekankan, “Itu baru juga nih di seri ini, baru juga.” Tim GGM Warriors dari Bandung juga berhasil menembus jajaran juara. “Lalu ada baru lagi yang dari GGM Warriors dari Bandung,” katanya. Ia menjelaskan, “Itu memang yang dua ini tuh baru sekarang di seri sekarang tuh bisa naik gitu.” Dadang menyimpulkan, “Perubahannya berarti lebih kompetitif lah.” Ia menambahkan, “Jadi yang biasa juara umum 1, 2 tuh mulai mulai bergeser, tinggal satu lagi yang di tahun kemarin masih di juara umum.”
Partisipasi Daerah dan Harapan Masa Depan
Pemerataan peta persaingan juga didukung partisipasi daerah baru. “Sudah mulai merata, karena di peserta tahun sekarang ada peserta baru yang dari KAI Ciamis,” jelas Dadang. Ia melanjutkan, “Terus ee Cirebon yang memang di tahun sebelumnya hanya satu kali ikut.”
Dadang menekankan, “Kalau sekarang Ciamis malahan baru sekarang ikutnya.” Kehadiran kontingen dari Kabupaten Ciamis menambah semarak kompetisi.
Salah satu atlet yang menorehkan prestasi gemilang adalah M. Fadhil Rahman dari SDN Ciganitri 2 Kabupaten Bandung. Fadhil berhasil meraih Juara 1 SD Kelas 4-6 Kumite -30 Kg Putra pada Festival. Ini menunjukkan kualitas atlet muda dari daerah.
Setelah sukses besar dengan penyelenggaraan Seri I, panitia telah menjadwalkan Liga Karate Antar Pelajar Seri II Tahun 2026. Seri berikutnya ini direncanakan berlangsung pada bulan Agustus mendatang. Diharapkan seri ini dapat kembali memunculkan talenta-talenta baru dan mempertahankan intensitas peta persaingan yang telah terbentuk.










