JABARMEDIA – Bencana banjir yang sempat melanda Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, kini telah berhasil tertangani. Penanganan cepat dan terkoordinasi memastikan sebagian besar warga terdampak mulai kembali ke rumah masing-masing. Situasi ini menunjukkan efektivitas respons pemerintah daerah dalam menghadapi kejadian darurat.
Respons cepat ini sesuai arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Kecamatan Tenjo berkolaborasi menangani dampak. Berdasarkan pengecekan langsung pada Minggu (19/4), sebagian besar warga terdampak banjir telah kembali beraktivitas. Hanya tiga orang lansia yang masih di pengungsian dan terus mendapat pendampingan kesehatan serta keselamatan.
Banjir di Tenjo terjadi akibat meluapnya Sungai Cimatuk dan Sungai Cicarehen. Kejadian ini merendam sejumlah permukiman di Kampung Banar, Kampung Kompa, Kampung Bojong Sengkol, Kampung Lebak Kanibah, dan Kampung Bojong Garut. Sebanyak 43 kepala keluarga terdampak dalam insiden ini.
Dampak dan Upaya Penanganan Cepat
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD telah melakukan pendataan mendalam. Data sementara menunjukkan 42 unit rumah terdampak, dengan 39 rumah rusak ringan dan empat rusak berat. Tiga jembatan desa juga terdampak; dua rusak ringan, satu rusak berat. Satu pos kamling bahkan hilang terbawa arus deras.
Upaya penanganan telah dilakukan secara cepat dan komprehensif. Mulai dari evakuasi warga dan penyelamatan barang, pelayanan kesehatan, hingga kerja bakti pembersihan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan Satpol PP. Salah satu jembatan di Kampung Bojong Garut ditutup sementara karena kerusakan struktur penahan. Kini, jembatan itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Bantuan sosial berupa sembako dan kebutuhan dasar telah disalurkan oleh Pemerintah Desa, Kecamatan, serta dukungan masyarakat.
Camat Tenjo, Yudhi Utomo, mengonfirmasi bahwa kondisi saat ini sudah berangsur normal. Masyarakat kini mulai kembali beraktivitas.
“Kami bersama seluruh unsur masih terus bersiaga di lapangan, khususnya mengantisipasi potensi luapan susulan dari Sungai Cimatuk dan Sungai Cicarehen, serta memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi,” ujarnya.
Seiring surutnya debit air sungai, kondisi lokasi terdampak semakin membaik. Warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Pos siaga bencana dan dapur umum telah disiapkan, khususnya di Kampung Banar, untuk mendukung kebutuhan warga yang masih memerlukan bantuan.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, Kecamatan, Pemerintah Desa, TKSK, IPSM, tenaga kesehatan, Satpol PP, dan relawan masih bersiaga. Mereka memastikan situasi tetap terkendali dan mengantisipasi potensi luapan lanjutan. Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus memantau perkembangan di lapangan. Mereka juga akan mempercepat pemulihan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat agar kondisi segera kembali normal.







