Pemkab Bogor Tangani Banjir di Bojonggede dengan Normalisasi Irigasi

by -
by
Pemkab Bogor Tangani Banjir di Bojonggede dengan Normalisasi Irigasi

JABARMEDIA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Kecamatan Bojonggede bersama dinas terkait mengambil langkah konkret penanganan banjir yang kerap melanda wilayah Kedung Waringin, khususnya di sepanjang Jalan Raya Bojonggede–Cilebut. Upaya penanganan ini difokuskan pada normalisasi saluran irigasi yang selama ini mengalami penyempitan dan sedimentasi parah, menjadi penyebab utama genangan air. Ini adalah respons cepat terhadap masalah yang meresahkan warga setempat.

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi bukan semata karena sampah, melainkan disebabkan oleh adanya penyempitan aliran di bawah rel kereta api serta tingginya endapan lumpur yang menghambat laju air menuju Sungai Cibeureum. “Penyempitan ini terjadi karena saluran sempat ditutup oleh warga untuk mencegah air masuk ke permukiman. Namun kondisi tersebut justru membuat aliran air tidak lancar dan menimbulkan genangan di jalan,” ujar Tenny pada Senin (20/4).

Menurut Tenny, kondisi ini menjadi sebuah dilema. Jika saluran irigasi dibuka tanpa penanganan terlebih dahulu, berpotensi menimbulkan banjir yang lebih besar ke kawasan permukiman warga. Oleh karena itu, langkah awal yang harus dilakukan adalah normalisasi saluran irigasi secara menyeluruh. “Normalisasi harus kita lakukan terlebih dahulu. Setelah itu, penyempitan di bawah rel bisa dibongkar agar aliran air kembali normal dan risiko banjir dapat diminimalisir,” tegas Tenny.

Baca Juga:  Pemkab Bogor Raih Penghargaan IGA Award Tahun 2024 untuk Kedelapan Kalinya

Langkah Penanganan dan Peran Masyarakat

Pemkab Bogor bersama pemerintah desa dan instansi terkait telah menyusun langkah penanganan melalui pengerukan sedimentasi. Namun, keterbatasan akses di lokasi membuat pengerukan tidak dapat dilakukan dengan alat berat, sehingga harus dilaksanakan secara manual. Ini menunjukkan komitmen tinggi meskipun dihadapkan pada tantangan logistik.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah mendorong keterlibatan aktif masyarakat melalui kegiatan gotong royong. Pembagian tugas telah disiapkan secara rinci antara pemerintah desa, masyarakat setempat, dan pihak kecamatan. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor juga telah menyatakan kesiapan untuk membantu menyediakan armada pengangkut, seperti dump truck, guna mengangkut material hasil pengerukan.

Camat Bojonggede juga mengungkapkan bahwa terdapat dua titik penyempitan utama yang menjadi fokus penanganan, yakni di perlintasan Gaperi dan di bawah rel dekat pertigaan Kedung Waringin. Untuk titik di perlintasan Gaperi, normalisasi sebelumnya sudah pernah dilakukan. Sementara untuk titik di bawah rel, penanganan harus dilakukan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat, menunjukkan pentingnya kolaborasi.

Baca Juga:  Menyambut Purnama di Desa Pasiragung

Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti adanya bangunan warga yang berdiri di sempadan irigasi. Hal tersebut dinilai melanggar aturan dan turut mempersempit saluran air. Ke depan, Pemkab Bogor berharap adanya komitmen dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga fungsi saluran irigasi serta tidak melakukan penutupan aliran air demi mencegah banjir berulang.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.