JABARMEDIA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjadikan Gebyar UMKM HJB ke-544 sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Kegiatan ini terselenggara atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Bogor menjadi pelaksana utama. Acara berlangsung selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026, di Cibinong City Mall.
Kolaborasi kuat terjalin antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan dunia usaha sebagai mitra. Harapannya, kegiatan ini dapat memperluas promosi produk UMKM Kabupaten Bogor dan meningkatkan daya saing produk lokal. Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menjelaskan bahwa Gebyar UMKM HJB ke-544 adalah bagian dari peringatan Hari Jadi Bogor. Acara ini dirancang khusus untuk memberi ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Jaro Ade menambahkan, kegiatan ini juga wujud sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dukungan dan Kolaborasi untuk UMKM
Jaro Ade menyatakan, “Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan Gebyar UMKM dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-544. Ini merupakan hasil kolaborasi yang sangat baik antara Pemerintah Kabupaten Bogor bersama DPRD Kabupaten Bogor untuk menghadirkan ruang bagi para pelaku UMKM agar semakin berkembang.”
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sponsor, sehingga pelaksanaan acara dapat berjalan tanpa membebani anggaran pemerintah daerah. Dukungan tersebut dinilai menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah dan sektor swasta.
“Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh sponsor utama, sehingga dari awal hingga akhir pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik. Mudah-mudahan kolaborasi seperti ini terus terjalin untuk mendukung kemajuan UMKM Kabupaten Bogor,” kata Jaro Ade.
Strategi Pemkab Bogor untuk UMKM Naik Kelas
Fasilitasi dan Pembinaan
Jaro Ade mengapresiasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor sebagai sektor utama penyelenggara kegiatan. Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemkab Bogor terus memfasilitasi kolaborasi UMKM dengan dunia usaha. Optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) juga dilakukan untuk mendukung pembinaan dan penguatan UMKM.
Ia menandaskan, “Untuk sertifikasi halal menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mendukung UMKM naik kelas. Pemkab Bogor akan memberikan pendampingan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar proses sertifikasi halal semakin mudah diakses oleh para pelaku usaha.” Selain itu, pembinaan, edukasi, dan pelatihan akan terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas produk, desain kemasan, serta daya saing UMKM.
Jangkauan Pasar dan Potensi Wisata
Jaro Ade berharap, “Produk-produk UMKM Kabupaten Bogor tidak hanya mampu menembus pasar nasional, tetapi juga pasar internasional melalui berbagai event promosi yang kita selenggarakan.”
Ia melanjutkan, “Wisatawan yang datang ke Kabupaten Bogor juga diharapkan dapat membawa pulang produk UMKM sebagai oleh-oleh. Ini sekaligus ikut mempromosikannya ke daerah maupun negara asal mereka.”
Tiga Fokus Utama Pengembangan UMKM
Dalam mendukung pengembangan UMKM, Jaro Ade menyebutkan tiga fokus utama pemerintah daerah:
- Memperkuat pembinaan melalui perangkat daerah.
- Meningkatkan dukungan anggaran bersama DPRD dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.
- Mengoptimalkan kolaborasi dengan dunia usaha melalui program CSR.
Jaro Ade menegaskan, “Semakin berkembang UMKM, maka kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor juga akan semakin meningkat.”
Peran Diskop UKM dan Tantangan
Penyelenggaraan Gebyar UMKM
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, menjelaskan bahwa Gebyar UMKM adalah rangkaian penutup Hari Jadi Bogor ke-544. Acara ini khusus menghadirkan ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal.
Iman Wahyu Budiana menyampaikan, “Mewakili Bupati Bogor, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada sponsor utama yang telah berkolaborasi dalam mendukung kegiatan ini.”
Iman menambahkan, sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, setiap kegiatan Pemerintah Kabupaten Bogor harus memberi ruang bagi UMKM agar dapat memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Pada Gebyar UMKM kali ini, 43 UMKM terpilih mengikuti pameran.
Mengatasi Tantangan UMKM
Ia juga menyoroti, “Tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku UMKM bukan hanya kualitas produk. Melainkan juga kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar dan berkelanjutan.”
Oleh karena itu, Diskop UKM terus melakukan pembinaan dan memfasilitasi akses pembiayaan bagi UMKM yang memenuhi persyaratan. Akses pembiayaan ini meliputi Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, maupun lembaga pembiayaan lainnya.









