JABARMEDIA – Camat Rancabungur, Dita Aprillia, memberikan klarifikasi terkait video viral seorang tukang cukur yang sebelumnya mendapat teguran. Video tersebut beredar luas di media sosial karena diduga terjadi intimidasi terkait instruksi pemasangan bendera Merah Putih. Kejadian ini menjadi sorotan publik, memicu berbagai spekulasi mengenai pendekatan pemerintah daerah dalam mengimbau partisipasi masyarakat.
Dita Aprillia menjelaskan bahwa pihak Kecamatan Rancabungur memang secara rutin melakukan imbauan. Imbauan ini ditujukan kepada masyarakat serta pelaku usaha untuk memasang bendera Merah Putih. Kegiatan ini berlangsung selama bulan Agustus, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami selalu mengimbau masyarakat untuk memasang bendera sebagai bentuk penghormatan dan partisipasi dalam memeriahkan hari kemerdekaan,” ujar Dita.
Namun, Dita menegaskan tidak pernah menginstruksikan adanya tindakan intimidasi. Ia juga membantah adanya ucapan yang kurang sopan kepada tukang cukur tersebut.
“Kami tidak pernah memberikan instruksi untuk melakukan intimidasi atau menggunakan bahasa yang tidak pantas,” tegas Dita.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa orang yang merekam video dan menyampaikan teguran tersebut bukan merupakan pegawai Kecamatan Rancabungur.
Klarifikasi dari Tukang Cukur dan Permohonan Maaf Bersama
Sementara itu, tukang cukur yang bersangkutan, Nur Hidayat atau yang akrab disapa Kang Abuy, turut memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa tidak ada tindakan intimidasi. Baik dari pihak Kecamatan Rancabungur maupun Satpol PP yang saat itu ikut melakukan sosialisasi pemasangan bendera.
“Tidak ada intimidasi dari kecamatan atau Satpol PP, mereka hanya sosialisasi,” ungkap Kang Abuy.
Menurut Kang Abuy, pihak yang merekam video tersebut kemudian meminta dirinya membuat video klarifikasi. Hal ini dilakukan untuk meluruskan informasi yang telah beredar. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya komunikasi yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Atas kejadian tersebut, Dita Aprillia menyampaikan permohonan maaf. “Apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan dari kejadian ini, kami mohon maaf,” kata Dita.
Ia menambahkan bahwa insiden ini menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah kecamatan. Tujuannya untuk terus meningkatkan pelayanan dan lebih terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat.
Kang Abuy juga menyampaikan permohonan maaf. “Saya juga minta maaf apabila ada ucapan saya yang kurang berkenan selama kejadian itu,” ujarnya. Keduanya kemudian saling menyampaikan permohonan maaf. Mereka berharap persoalan tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Rancabungur.
Pihak Kecamatan Rancabungur kembali menegaskan bahwa imbauan pemasangan bendera merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat menghormati perjuangan para pahlawan. Selain itu, juga untuk memeriahkan momentum kemerdekaan dengan semangat kebersamaan.









