Apresiasi Petani Cinangneng atas Program P3-TGAI Kementerian PUPR

by -12 views
Apresiasi Petani Cinangneng atas Program P3-TGAI Kementerian PUPR

JABARMEDIA – Penghitungan Hasil Ofname (PHO) pembangunan daerah irigasi (DI) Gambreng di Kampung Babakan Girang, Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, telah dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane. Program ini merupakan bagian dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Petani setempat menyambut baik dan menyatakan apresiasi mendalam atas rampungnya rehabilitasi jaringan irigasi ini, yang kini menjamin pasokan air lebih stabil untuk lahan pertanian mereka.

Pembangunan irigasi tersier DI Gambreng telah diselesaikan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Girang Cai. Proyek ini terlaksana berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian PUPR/BBWS Cilicis dengan P3A Girang Cai. P3-TGAI sendiri adalah inisiatif pemerintah untuk memperbaiki, merehabilitasi, atau membangun jaringan irigasi. Tata kelola air yang efektif menjadi krusial untuk mendukung produktivitas pertanian. Infrastruktur irigasi yang memadai memastikan suplai air yang cukup bagi kebutuhan petani.

Bagi masyarakat petani, keberadaan jaringan irigasi bukan sekadar saluran air. Irigasi merupakan salah satu infrastruktur vital yang menentukan keberhasilan usaha pertanian mereka. Rehabilitasi irigasi DI Gambreng mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Mereka mengungkapkan kebahagiaan karena saluran irigasi yang sebelumnya banyak mengalami kebocoran, sehingga suplai air sering tidak mencapai ujung, kini telah dibangun permanen. Hal ini membuat suplai air menjadi lebih stabil dan terjamin.

Baca Juga:  Daftar SMA Terbaik di Sukabumi: Pesantren dan Negeri Berprestasi

Enas, seorang petani setempat, menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah pak ayeunamah rapih susukanteh teu balocor deui dijalan ya air jadi lebih ngagolontor. Petani di sini mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dan Kang Ojat yang telah membangun irigasi ini, dan kami berharap agar ke depannya TPT-nya ditambah lagi karena masih panjang yang belum dipadang TPT,” Ungkapnya. Apresiasi ini menunjukkan dampak positif program terhadap keseharian petani.

Dukungan Pemerintah dan Pentingnya Pemeliharaan

Abdul Rozak, Ketua P3A Girang Cai, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur irigasi masyarakat. Menurutnya, program ini harus dipandang sebagai bentuk dukungan konkret terhadap keberlangsungan sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hasil pembangunan secara bersama-sama. Hal ini dilakukan agar manfaat jaringan irigasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, serta seluruh pihak yang telah mendukung program ini. Kami berharap manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh para petani,” ujar Abdul Rozak.

Baca Juga:  PNM Bantu Peternak Ayam Petelur Tingkatkan Ketahanan Pangan Garut

“Ini bukan hanya tanggung jawab pelaksana. Setelah pembangunan selesai, kita semua mempunyai kewajiban untuk menjaga dan merawatnya. Kalau irigasi terjaga, manfaatnya kembali kepada petani,” tegasnya.

P3-TGAI memiliki arti strategis bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik membantu distribusi air menuju lahan pertanian. Ini juga mendukung pengaturan kebutuhan air secara efisien. Dari sisi ekonomi masyarakat, kelancaran pengairan diharapkan dapat mendukung produktivitas lahan dan keberlanjutan usaha tani. Manfaat ini tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik. Pengelolaan, pemeliharaan, dan rasa memiliki dari masyarakat menjadi faktor penting agar infrastruktur dapat berfungsi berkelanjutan.

Memberikan Manfaat Besar Bagi Petani

Program irigasi pada hakikatnya bukan sekadar membangun saluran air. Tujuan akhirnya adalah memastikan air dapat dikelola dengan baik. Air harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat petani. Oleh karena itu, P3A sebagai kelembagaan petani memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan jaringan irigasi. Semangat gotong royong, keterbukaan, dan kepedulian terhadap fasilitas bersama harus terus dipertahankan. Ketika saluran irigasi terjaga, air mengalir dengan baik, lahan menjadi produktif. Pada akhirnya, yang diperkuat bukan hanya sektor pertanian, tetapi juga ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga:  Gagal Nyalip, Pemotor Tewas Tabrak Tembok Rumah di Ciampea Bogor

P3A Girang Cai berharap program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat pertanian masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Harapan kami sederhana, irigasi bisa dimanfaatkan dengan baik, petani bisa bertani dengan lebih tenang, dan hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani,” pungkas Abdul Rozak.