Konsumsi Kol: Inilah 5 Manfaat Kesehatan yang Mungkin Anda Lewatkan

by -188 views
by
Konsumsi Kol: Inilah 5 Manfaat Kesehatan yang Mungkin Anda Lewatkan


JABARMEDIA

– Kubis merupakan tumbuhan yang berada di bawah genre sayuran Brassica, mencakup brokoli, lobak, serta kubis Brussel.

Kubis bisa ditemui di berbagai belahan dunia dan seringkali digunakan sebagai bahan pangan serta sayuran, juga terdapat di Indonesia.

Kubis merupakan jenis sayuran yang sangat bernutrisi dengan berbagai zat antioksidan penting. Sejumlah studi mengindikasikan bahwa kubis mungkin memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan manusia.

Berikut ini adalah sejumlah penyakit yang mungkin dapat dicegah dengan memakan kol:

1. Kanker

Kubis kaya dengan vitamin C, yakni sebuah antioksidan yang sangat kuat dan sudah banyak dikaji untuk mengungkap kemungkinan manfaatnya dalam pencegahan kanker.

Pada suatu studi tahun 2018 yang dipublikasikan dalam jurnal tersebut,
Molecules,
kompound yang terdapat di kol dan tumbuhan sejenisnya
cruciferous
lainnya dikenal sebagai
3,3′-diindolylmethane.


Kemungkinan Manfaat Kubis dalam Pencegahan Kanker Berdasarkan Riset

Komponen ini diprediksi mempunyai dampak protektif terhadap kanker, serta memberikan peluang untuk digunakan sebagai lapis pertahanan dalam menjaga jaringan normal saat merawat penyakit kanker di kemudian hari.

Selain itu, senyawa
sulforaphane
Dalam kubis juga dikenal dapat berperan sebagai lawan kanker yang mungkin saja.

Baca Juga:  Jaro Ade Hadiri Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang

Riset yang dilakukan dalam kurun waktu 30 tahun belakangan ini dengan konsistensi telah membuktikan bahwa memakan sayuran itu bermanfaat.
cruciferous,
Termasuk kubis yang terhubung dengan penurunan risiko mengidap kanker.

2. Tekanan darah tinggi

Kubis merupakan sayuran yang mengandung banyak kalium, zat yang dikenal bisa mendukung pengurangan tekanan darah tinggi. Kubis berwarna ungu bahkan lebih bermanfaat sebagai penyedia kalium, menyediakan sekitar 9% kebutuhan nutrisi harian dalam setiap porsinya yaitu 178 gram.

Dilansir dari laman
Cleveland Clinic
, kalium merupakan mineral dan elektrolit yang berfungsi untuk membantu tubuh dalam mengatur tekanan darah.

Kalium mampu membatasi tekanan darah Anda, yang pada gilirannya dapat mengurangi peluang terserang masalah jantung.

Kalium, sebagai mineral serta elektrolit vital yang diperlukan oleh tubuh untuk bekerja secara optimal, bertugas menormalkan tekanan darah dengan mengimbangi dampak dari natrium di dalam tubuh.

Kalium berfungsi dalam proses penghilangan sodium ekstra lewat urine. Selain itu, kalium juga memiliki peran dalam peregapan dinding pembuluh darah, sehingga dapat menekan tekanan darah.

Baca Juga:  Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Bekasi, Tingkatkan Gizi Anak dan Perkuat Sinergi Sektor

3. Penyakit jantung

Kubis merah memiliki zat kuat bernama antosianin, yaitu pigmen tanaman yang tergolong ke dalam famili flavonoid.

Dikutip dari laman
Healthline,
Banyak studi sudah mengidentifikasi kaitan antara konsumsi makanan bernutrisi tinggi dengan pigmen tersebut dan pengurangan risiko terkena gangguan jantung.

Salah satunya penelitian pada 2013 yang melibatkan 93.600 wanita, para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan kaya antosianin lebih banyak memiliki risiko serangan jantung yang lebih rendah.

Penelitian lain yang menganalisis 15 studiobservasional juga menghasilkan temuan sejalan, menunjukkan bahwa meningkatnya konsumsi flavonoid berhubungan dengan penurunan risiko kematian karena penyakit jantung secara signifikan.

Kubis memiliki lebih dari 36 jenis antosianin yang kuat, sehingga menjadi pilihan luar biasa bagi kardiovaskular Anda.

4. Kolesterol tinggi

Kubis memiliki dua komponen yang telah dibuktikan dapat menurunkan tingkat kolesterol buruk (LDL), yaitu serat soluble dan sterolet nabati.

Serat yang dapat dicerna sudah terbukti efektif dalam mengurangi tingkat kolesterol buruk. Cara kerjanya adalah dengan menyatu dengan kolesterol pada saluran pencernaan dan mencegah penyerapan zat tersebut ke dalam aliran darah.

Baca Juga:  8 Penambang Emas Tertimpa Longsor

Kubis juga memuat senyawa bernama pitoserol yang dapat menurunkan kadar kolesterol buruk dengan cara mencegah penyerapan kolesterol dalam usus halus.

Di samping itu, kubis merah memiliki zat kuat bernama antosianin. Peningkatan konsumsi antosianin dalam diet telah ditunjukkan bisa membantu menurunkan tekanan darah serta tingkat kolesterol jahat (LDL).

5. Masalah pencernaan

Kubis mengandung banyak serat tak larut yang baik untuk pencernaan. Jenis karbohidrat ini tidak bisa diproses dalam usus.

Mengutip laman
Health.com,
Dua porsi kubis parut segar tanpa dimasak memiliki sekitar 4 gram serat. Konsumsi harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa berkisar antara 21-38 gram.

Memakan sawi bisa membantu Anda untuk meningkatkan asupan serat pada diet harian.

Serat yang tidak larut dari sayuran kol mendukung kesehatan saluran cerna dengan meningkatkan volume feses dan memperlancar proses buang air besar secara rutin.

Serat pun bisa membuat Anda tetap kenyang lebih lama. Makanan yang memiliki serat tinggi seperti kol mampu menyembuhkan konstipasi, mengatur kadar gula darah, memperbaiki kondisi saluran pencernaan, serta mengurangi kolesterol total.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.