Sejarah dan Asal Usul Julukan Kota Manis di Kabupaten Ciamis
Kabupaten Ciamis, yang terletak di Provinsi Jawa Barat, tidak hanya dikenal dengan potensi wisata alam dan budaya yang kaya. Selain itu, daerah ini juga memiliki julukan unik, yaitu “Kota Manis”. Julukan ini menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat dan menarik perhatian banyak orang untuk mengetahui asal usulnya.
Nama Ciamis dan Artinya
Nama Ciamis berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda, yaitu “ci” dan “amis”. Kata “ci” merupakan singkatan dari kata “cai”, yang berarti air. Sedangkan “amis” memiliki arti manis atau cantik. Dengan menggabungkan kedua kata tersebut, nama Ciamis berarti “Air Manis”. Hal ini menjelaskan mengapa julukan “Kota Manis” melekat pada kabupaten ini.
Masyarakat Ciamis sering menyebut wilayahnya dengan istilah “Ciamis”, yang mencerminkan keindahan alam dan kekayaan sumber daya air yang melimpah di sekitar daerah ini. Kehadiran sungai-sungai yang deras dan air tanah yang segar memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan pertanian dan kehidupan masyarakat setempat.
Perubahan Nama Kabupaten Galuh Menjadi Ciamis
Sejarah panjang Kabupaten Ciamis dimulai dari masa kerajaan Galuh. Nama Galuh sendiri sudah ada sejak abad ke-7 dan digunakan sebagai nama kabupaten pada abad ke-17. Pada masa pemerintahan Bupati Raden Adipati Aria (RAA) Sastrawinata, yang berkuasa antara tahun 1914 hingga 1936, terjadi perubahan nama dari Galuh menjadi Ciamis.
Perubahan ini dilakukan oleh pihak kolonial Belanda, yang dianggap sebagai strategi untuk memecah belah rakyat saat itu. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menjelaskan bahwa pada masa lalu, Galuh pernah mencapai puncak kemakmuran sebelum akhirnya nama kabupaten berganti menjadi Ciamis.
Rencana Pengembalian Nama Galuh
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang merancang langkah-langkah untuk mengembalikan nama asli kabupaten tersebut, yaitu Galuh. Rencana ini telah disosialisasikan kepada masyarakat secara bertahap. Dalam acara Sosialisasi Rencana Perubahan Nama Galuh ke Ciamis yang diadakan pada 14 Oktober 2022 di Aula Setda Ciamis, Bupati Herdiat Sunarya menjelaskan pentingnya pemulihan identitas historis daerah ini.
Pemulihan nama Galuh diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan sejarah dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam nama tersebut. Selain itu, hal ini juga bisa menjadi langkah promosi wisata dan peningkatan citra kabupaten secara nasional maupun internasional.
Potensi dan Keunikan Kabupaten Ciamis
Selain julukan “Kota Manis”, Kabupaten Ciamis juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi yang signifikan di Jawa Barat. Wilayah ini memiliki lahan pertanian yang subur dan sistem irigasi yang baik, sehingga mendukung produksi pangan yang stabil.
Tidak hanya itu, Ciamis juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Masyarakat setempat sering menggelar festival dan acara budaya yang menarik minat para pengunjung.
Dengan kombinasi potensi alam, budaya, dan sejarah yang kaya, Kabupaten Ciamis tetap menjadi salah satu daerah yang layak dikunjungi dan dipelajari lebih lanjut.







