Bandung Tetap Jadi Kota Wisata Unggulan di Indonesia

by -111 views
by
Bandung Tetap Jadi Kota Wisata Unggulan di Indonesia

Bandung Tetap Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Kota Bandung terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani. Menurutnya, Bandung memiliki berbagai atraksi, aksesibilitas, serta fasilitas yang mampu menarik minat wisatawan.

“Bandung harus menjadi yang terbaik. Sejak dulu sudah menjadi destinasi wisata yang diminati. Sekarang tinggal bagaimana kita mengembangkan dengan pendekatan yang lebih berkualitas,” ujarnya dalam acara di Balai Kota Bandung.

Rizki menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pemetaan terhadap sektor pariwisata, termasuk hotel, restoran, dan tempat rekreasi. Data ini penting untuk melihat peluang dan tantangan, seperti tingkat okupansi hotel dan maraknya penginapan sewa harian yang tidak terdaftar secara resmi.

“Banyak akomodasi seperti villa atau rumah sewa harian yang belum terdata. Ini berdampak pada pendapatan daerah. Di daerah lain juga ada akomodasi tidak terdaftar di OSS (Online Single Submission). Bandung juga sedang kami petakan agar mereka bisa masuk sistem,” jelasnya.

Baca Juga:  LMKN Tetap Tagih Royalti Lagu Meski Musisi Gratiskan

Ia menegaskan pentingnya pengaturan terhadap penginapan seperti apartemen atau villa sewa harian agar tidak mengganggu kelangsungan bisnis hotel yang sudah resmi. “Vila boleh disewakan, tapi jangan harian. Bisa mingguan. Hal ini supaya adil dengan hotel-hotel yang punya kewajiban izin dan pajak,” tambah Rizki.

Dari sisi atraksi, Rizki menyoroti potensi besar Kota Bandung dalam menyelenggarakan event berskala nasional maupun internasional, khususnya pada sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Ia menekankan pentingnya pendataan event untuk memperkuat branding dan menarik wisatawan berkualitas.

“Bandung itu jagonya bikin event. Tapi sekarang kita dorong event tematik, menyasar wisatawan dari luar negeri maupun lokal. Lebih baik jumlahnya tidak banyak, tapi mereka tinggal lebih lama dan belanja lebih banyak,” katanya.

Selain itu, Rizki mengusulkan pengembangan wisata berbasis gastro-tourism, wellness, dan fesyen yang menjadi ciri khas Bandung. “Orang Jakarta kalau liburan ke Bandung cuma weekend. Padahal bisa dikembangkan paket wisata 3 hari khusus untuk pariwisata kesehatan. Rumah sakit dan klinik di sini bisa diarahkan ke medical wellness. Bandung juga kuat di fesyen muslim dan kerajinan seperti sepatu,” ujar Rizki.

Baca Juga:  Usai Diguncang Gempa 6.8 SR, Tsunami Kecil Terjadi di Jepang

Terkait isu lingkungan, ia menyampaikan bahwa tantangan seperti pengelolaan sampah di hotel perlu dijawab dengan kolaborasi. Misalnya melalui inovasi pengelolaan sampah organik dan non-organik serta pengembangan ekonomi sirkular.

“Pengusaha hotel kesulitan karena lahan sempit. Tapi ini peluang buat startup yang bisa bantu kelola sampah jadi produk, seperti pupuk maggot atau plastik daur ulang. Bandung punya potensi besar ke arah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan perlunya pemetaan profil wisatawan secara mendalam agar program pariwisata lebih tepat sasaran. “Kita dorong OPD terkait untuk mengidentifikasi siapa saja yang datang ke Kota Bandung? Segmennya kelas sosial ekonomi apakah dari menengah ke atas atau seperti apa? Perilakunya seperti apa? Transaksi mereka tunai atau non-tunai? Ini penting supaya kita bisa tahu potensi sebenarnya,” tutur Farhan.

Farhan mencontohkan, kawasan seperti Cibaduyut perlu didorong tidak hanya sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi desain dan branding kota. “Cibaduyut punya sejarah dan kekuatan di sektor alas kaki. Tapi sekarang harus kita bantu dari sisi desain dan merek agar lebih dikenal dan punya nilai jual tinggi,” tambahnya.

Baca Juga:  Proses Jemur Kain Pantai Mojolaban Sukoharjo yang Tembus Pasar Timur Tengah Sejak 1997

Dengan langkah-langkah ini, Pemkot Bandung dan Kemenpar sepakat untuk memperkuat strategi pariwisata yang inklusif, berbasis data, dan berorientasi pada kualitas, bukan semata kuantitas wisatawan.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.