Simulasi Cuan Jual Emas Antam 10 Tahun Lalu
Pada hari Sabtu (19/7/2025), harga buyback emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp10.000 menjadi Rp1.773.000 per gram. Meskipun demikian, angka ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) yang tercatat pada 22 April 2025, yaitu di level Rp1.888.000 per gram.
Kenaikan harga buyback ini memberi peluang bagi para pembeli emas Antam yang membeli 10 tahun lalu untuk mendapatkan keuntungan. Pada 19 Juli 2015, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di kisaran Rp550.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga saat itu dan harga buyback terkini mencapai sekitar Rp1.223.000 per gram.
Buyback emas adalah transaksi penjualan kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga jual saat itu. Namun, jika ada selisih besar antara harga jual dan harga buyback, maka transaksi ini tetap bisa menghasilkan keuntungan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan pajak penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai buyback.
Selain itu, harga emas spot juga mengalami kenaikan sebesar 0,4% menjadi US$3.351,18 per ons pada hari Sabtu (19/7/2025). Sebelumnya, harga sempat turun sebesar 1,1% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup naik 0,4% menjadi US$3.358,3 per ons.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Di sektor logam mulia, kenaikan harga terjadi secara menyeluruh, didorong oleh melemahnya dolar AS. Menurut analis Marex, Edward Meir, pelemahan dolar membuat emas lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Dolar AS terpantau melemah sebesar 0,3% pada hari tersebut. Hal ini meningkatkan daya beli emas bagi konsumen internasional. Selain itu, kekhawatiran tentang pertumbuhan utang AS dan kemungkinan adanya pembaruan tarif lebih lanjut menjadikan emas sebagai aset yang diminati.
Suki Cooper, Analis Logam Mulia dari Riset Global di Standard Chartered Bank, menyatakan bahwa harga emas terendah saat ini terdukung dengan baik. Ia menilai bahwa emas akan tetap menjadi fokus pasar dalam waktu dekat.
Tips untuk Investor Emas
Bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang buyback, penting untuk memperhatikan beberapa hal:
- Perbedaan harga jual dan buyback: Pastikan ada selisih yang cukup besar antara harga jual saat membeli dan harga buyback saat menjual kembali.
- Biaya pajak: Hitung potensi pajak yang dikenakan, terutama jika nominal transaksi melebihi Rp10 juta.
- Tren pasar: Pantau perkembangan harga emas dan faktor-faktor yang memengaruhi seperti pelemahan dolar atau ketidakstabilan ekonomi global.
- Waktu yang tepat: Pilih waktu yang strategis untuk menjual kembali emas agar mendapatkan keuntungan maksimal.
Dengan memahami dinamika pasar dan mempersiapkan diri dengan baik, investor dapat memaksimalkan potensi cuan jual dari investasi emas.







