Klarifikasi Lengkap Freerunners Bandung Usai Viral Bagi-bagi Bir di Marathon

by -141 views
by
Klarifikasi Lengkap Freerunners Bandung Usai Viral Bagi-bagi Bir di Marathon

Peristiwa Viral: Bagi-Bagi Bir Gratis Saat Ajang Lari Pocari Sweat Run 2025

Beberapa waktu lalu, sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi saat ajang lari Pocari Sweat Run 2025 berlangsung di Kota Bandung. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (19/7/2025) dan Minggu (20/7/2025) tersebut viral di media sosial karena adanya tindakan bagi-bagi bir gratis kepada para peserta lari.

Kisah ini pertama kali muncul dari akun media sosial aishamaharani. Dalam unggahan tersebut, dibeberkan bahwa komunitas lari Freerunners Bandung melakukan pembagian minuman beralkohol di area Cheering Zone selama acara berlangsung. Tidak hanya itu, video-video yang beredar juga menunjukkan aktivitas tersebut dilakukan secara langsung dan tanpa adanya penolakan dari para pelari.

Penjelasan dari Komunitas Freerunners Bandung

Menanggapi berbagai respons yang muncul, komunitas Freerunners Bandung memberikan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka. Mereka mengakui bahwa kegiatan tersebut memang dilakukan oleh anggota komunitasnya dan menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Dalam pernyataannya, mereka menjelaskan bahwa pengadaan minuman beralkohol di area Cheering Zone tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal. Meskipun demikian, mereka berkomitmen untuk terus belajar dan memperbaiki diri agar kegiatan yang diselenggarakan lebih sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Link Live Streaming Final China Open 2025 Hari Ini: Fajar/Fikri Tampil di TVRI

“Kami Freerunners Bandung dengan rendah hati memohon maaf seluruh pihak atas kegaduhan yang saat ini terjadi,” tulis mereka dalam pernyataan resmi.

Selain itu, komunitas ini juga memberikan klarifikasi terkait kolaborasi yang dilakukan dengan agen travel lari. Mereka menjelaskan bahwa penyediaan beer di area Cheering Zone merupakan bagian dari kerja sama resmi antara Freerunners Bandung dan Pace n Place. Minuman tersebut disediakan oleh pihak Pace n Place dengan persetujuan dari Freerunners Bandung.

“Semua aktivitas pemberian beer dilakukan secara sukarela, dengan penjelasan verbal dan visual yang jelas bahwa minuman yang diberikan adalah beer, tanpa adanya unsur paksaan,” tambah mereka.

Komunitas ini juga menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas kegiatan mereka agar lebih relevan, inklusif, dan sesuai dengan norma dan budaya yang berlaku di masyarakat.

Tanggapan Wali Kota Bandung

Terkait kejadian ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan tanggapannya. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa melakukan penindakan langsung terhadap komunitas Freerunners Bandung. Namun, ia menilai bahwa komunitas tersebut sudah mendapatkan sanksi sosial melalui media sosial.

Baca Juga:  Cegah Jatuhnya Korban Jiwa Petugas KPPS Dibekali Dengan 4C

Farhan menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa mengontrol kegiatan yang dilakukan oleh komunitas. “Kami kan enggak bisa kontrol kalau komunitas, tetapi komunitas tersebut memang tidak bisa kemudian ditegur langsung oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa kegiatan bagi-bagi bir gratis tidak menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung. “Saya lihat tidak ada dampak apa-apa, terjaga dengan baik, dan itu kan baru viralnya dua hari setelah acara,” kata Farhan.

Meski begitu, ia mengakui bahwa kegiatan tersebut luput dari pengawasan pemerintah dan panitia. Menurutnya, fokus utama saat itu adalah mengatasi kemacetan yang terjadi selama acara.

“Da lieur atuh (Ya pusing), saya lebih ngurusin macet daripada ngurusin begitu. Cuma satu titik. Tapi nanti kita lihat-lah, kan, saya kenal juga beberapa teman-teman di komunitas lari. Kalau masalah komunitas, selesaikan secara komunitas,” tambahnya.

Kesimpulan

Peristiwa bagi-bagi bir gratis dalam ajang lari Pocari Sweat Run 2025 menjadi bahan perbincangan yang cukup hangat. Meskipun telah diberikan klarifikasi oleh komunitas Freerunners Bandung, isu ini tetap menjadi topik yang menarik perhatian publik. Dengan adanya tanggapan dari pihak pemerintah, diharapkan ke depannya kegiatan seperti ini dapat lebih dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak diinginkan.

Baca Juga:  Pembatalan Pembangunan Masjid Jami Al Quddus di Margonda Depok Disoroti, Apa Penyebabnya?

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.