Pegiat Lingkungan Kekhawatiran Kerusakan Gunung Ragajembangan Banjarnegara

by -215 views
by
Pegiat Lingkungan Kekhawatiran Kerusakan Gunung Ragajembangan Banjarnegara

Keprihatinan Warga terhadap Kerusakan Hutan dan Dampaknya pada Sumber Mata Air

Warga sekitar Pegunungan Rogojembangan, Kecamatan Wanayasa, mengungkapkan kekhawatiran terhadap kerusakan hutan yang semakin parah. Perubahan fungsi hutan menjadi lahan pertanian sayur akibat perambahan telah menyebabkan penurunan ketersediaan air bersih serta meningkatnya risiko banjir dan longsor di sekitar area tersebut.

Untuk menanggapi masalah ini, sekelompok pemuda dari Ikatan Pemuda Penggerak Desa Indonesia (IPDA) Banjarnegara menggelar diskusi dan aksi dengan tema “Menjaga Hutan dan Merawat Air untuk Keberlangsungan Hidup” di Balai Desa Wanaraja, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Acara berlangsung pada Jumat (18/7/2025) lalu.

Diskusi ini diikuti oleh berbagai komunitas seperti Karang Taruna dari Desa Pesantren, Tempuran, dan Wanaraja, pegiat lingkungan Kecamatan Wanayasa, Pecinta Alam SK Ma’arif Karangkobar, tokoh masyarakat, serta warga sekitar Pegunungan Rogojembangan. Tujuan utama dari acara ini adalah mencari solusi untuk mengatasi permasalahan kerusakan hutan dan menjaga ketersediaan air bersih.

Mereka berharap hutan di Pegunungan Rogojembangan dapat kembali menjadi hutan perlindungan yang berperan penting sebagai sumber mata air bagi masyarakat, bukan lagi sebagai hutan industri.

Baca Juga:  Geolistrik: Memahami Lapisan Bumi dengan Arus Listrik

Acara ini juga menghadirkan beberapa tokoh penting, antara lain Dandim 0704 Banjarnegara Letkol Czi Teguh Prasetyanto, Kepala Bagian Logistik (Kabag Log) AKBP Agus Triyono mewakili Kapolres Banjarnegara, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Ja’far Shodiq, Kasie Pembinaan Sumber Daya Hutan KPH Banyumas Timur Sindar Pasaribu, serta Ketua Pembina Yayasan Serayu Network Indonesia Maman Fasyah.

Upaya untuk Melindungi Hutan dan Menjaga Ketersediaan Air Bersih

Ketua Panitia Kegiatan Rinto Muchlas menjelaskan bahwa diskusi dan aksi ini merupakan bentuk keinginan warga untuk melindungi hutan dari kerusakan lingkungan, termasuk penebangan liar dan aktivitas manusia yang merusak ekosistem. Ia menilai alih fungsi hutan untuk pertanian sayur dapat menyebabkan masalah serius terkait ketersediaan dan kualitas air.

Perubahan ini, menurut Rinto, akan mengurangi kemampuan hutan dalam menyerap air hujan, sehingga berisiko menyebabkan erosi tanah dan longsoran. Ia juga menyebutkan bahwa penggunaan pupuk di lahan pertanian bisa menyebabkan pencemaran air.

Sementara itu, Ketua IPDA Banjarnegara Jalu Dwi Prasetyo Aji berharap diskusi dan aksi ini menjadi solusi penting untuk mengatasi krisis lingkungan dan memastikan keberlanjutan hidup masyarakat di sekitar Pegunungan Rogojembangan. Ia menekankan bahwa menjaga hutan dan air tidak hanya tentang pelestarian alam, tetapi juga tentang menjaga keberlangsungan hidup manusia.

Baca Juga:  Bandung Lautan Onthel Masuk Rekor IBOR

Peran Penting Dandim dan Komunitas dalam Konservasi

Dandim 0704 Banjarnegara Letkol Czi Teguh Prasetyanto menyatakan siap mendukung kegiatan konservasi di hutan Pegunungan Rogojembangan. Ia menilai konservasi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan hutan dan ketersediaan air bagi generasi mendatang.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menanam pohon dan merawatnya agar hutan kembali seperti semula. Setelah acara penanaman pohon di lereng Pegunungan Rogojembangan, ia berharap pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan kembali membentuk hutan yang sehat.

Selain itu, Dandim mengajak generasi muda untuk aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem di daerah tersebut. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga hutan dari kerusakan.

Penanaman Pohon sebagai Solusi Jangka Panjang

Kasie Pembinaan Sumber Daya Hutan KPH Banyumas Timur, Sindar Pasaribu, meminta masyarakat untuk mulai melakukan penanaman pohon, terutama jenis pohon keras. Ia menilai penanaman pohon di lahan gundul memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan mata air.

Pohon-pohon keras dan akar yang kuat, menurutnya, dapat mencegah erosi dan longsoran tanah. Hal ini akan membantu menjaga kualitas air dan menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar Pegunungan Rogojembangan.

Baca Juga:  MotoGP : Kurang Nyetel di Awal Musim, Lorenzo Bidik Poin di Argentina

Kesimpulan

Diskusi dan aksi tentang menjaga hutan dan merawat air sangat penting karena hutan memiliki peran krusial dalam menjaga ketersediaan dan kualitas air bersih. Hutan membantu mengatur siklus air, mencegah erosi tanah, serta menyimpan air tanah.

Kerusakan hutan dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan kekeringan, serta menurunkan kualitas air. Oleh karena itu, menjaga kelestarian hutan adalah kunci untuk memastikan ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi kehidupan.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.