Produsen Susu ULTJ Cetak Laba Bersih Rp603,81 Miliar di Semester I/2025

by -115 views
by
Produsen Susu ULTJ Cetak Laba Bersih Rp603,81 Miliar di Semester I/2025

Penurunan Laba Bersih ULTJ pada Semester Pertama Tahun 2025

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ), perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Sabana Prawirawidjaja, mengalami penurunan laba bersih pada semester pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di akhir Juni 2025, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp603,81 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan laba bersih pada semester I/2024 yang mencapai Rp755,13 miliar.

Penurunan laba bersih tersebut terjadi seiring dengan penurunan kinerja penjualan. Total pendapatan ULTJ turun sebesar 8,17% secara year on year (YoY) menjadi Rp4,08 triliun. Meskipun beban pokok operasional juga mengalami penurunan sebesar 8% YoY menjadi Rp2,71 triliun dari sebelumnya Rp2,94 triliun, laba kotor hanya mencapai Rp1,36 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 8,51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, beban usaha ULTJ meningkat sebesar 10,64% YoY menjadi Rp623,46 miliar. Hal ini menyebabkan laba usaha perseroan terkoreksi sebesar 20,07% YoY menjadi Rp746,31 miliar. Penurunan ini menunjukkan tekanan pada biaya operasional yang memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Baca Juga:  5 Fakta Menarik Icerya Purchasi, Serangga Putih yang Mengancam Perkebunan

Dari sisi likuiditas, kas dan setara kas ULTJ hingga akhir Juni 2025 mencapai Rp2,08 triliun, turun 28,39% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp2,91 triliun. Penurunan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengeluaran operasional atau investasi yang dilakukan perusahaan.

Sementara itu, dalam neraca keuangan, total aset ULTJ mencapai Rp8,15 triliun, turun 3,59% year to date (YtD). Total liabilitas juga mengalami penurunan signifikan sebesar 44,31% YtD menjadi Rp576,09 miliar. Di sisi lain, ekuitas perusahaan tumbuh sebesar 2,08% menjadi Rp7,58 triliun. Perubahan ini menunjukkan bahwa perusahaan sedang melakukan penyesuaian struktur keuangan untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

Di pasar modal, saham ULTJ mengalami penguatan pada penutupan perdagangan Senin (28/7/2025), dengan kenaikan sebesar 1,53% atau 20 poin menjadi Rp1.330 per lembar. Namun, harga saham ini masih mengalami pelemahan sebesar 26,92% sepanjang tahun 2025.

Beberapa faktor yang mungkin memengaruhi kinerja keuangan ULTJ antara lain fluktuasi harga bahan baku, kompetisi di pasar susu, serta adanya perubahan tren konsumen. Dengan kondisi pasar yang dinamis, ULTJ perlu terus memperkuat strategi bisnis untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Baca Juga:  6 Tempat Makan Dekat Tugu Pahlawan, Kenyang Setelah Berjalan-Jalan

Perusahaan juga harus memastikan pengelolaan keuangan yang optimal, termasuk dalam hal penggunaan dana dan pengendalian biaya. Dengan demikian, ULTJ dapat tetap bertahan dan berkembang meski menghadapi tantangan di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.