Pusat Perbelanjaan Gelar Banyak Acara untuk Tingkatkan Minat Belanja

by -108 views
by

Mendorong Minat Belanja dengan Inovasi dan Event

Pengusaha ritel dan pusat perbelanjaan dihadapkan pada tantangan untuk membangkitkan kembali minat belanja masyarakat. Di tengah penurunan daya beli yang terjadi, serta fenomena “rombongan jarang beli” atau Rojali, langkah inovatif dan penyelenggaraan event menjadi strategi penting dalam mengembalikan antusiasme pengunjung.

Ismariny, Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen, dan Tertib Niaga Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menekankan bahwa pusat perbelanjaan tidak bisa hanya mengandalkan penjualan produk. Ia menilai kolaborasi dengan berbagai sektor seperti restoran, pertunjukan seni, dan kegiatan interaktif dapat menciptakan daya tarik baru bagi pengunjung.

“Para pemilik pusat perbelanjaan tahu betul, jika hanya menjual produk, pengunjung akan semakin sedikit. Harus ada kolaborasi dengan restoran, pertunjukan, atau membuat event. Itu yang bisa menarik traffic,” ujarnya dalam Konferensi Pers Hari Retail Modern Indonesia (Harmoni) di Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Menurut Ismariny, inovasi ini tidak hanya membantu menggerakkan pasar, tetapi juga memberikan peluang lebih besar bagi produk UMKM. Dengan adanya kegiatan yang menarik, konsumen akan lebih mudah menemukan produk lokal yang berkualitas dan memiliki nilai tambah.

Baca Juga:  Cinta Kasih Sarah Tsunami, Eka Apresiasi RS Cicendo yang Bantu Penyembuhan dan Siap Berkontribusi di Pangandaran

Pemerintah mendukung upaya ini melalui berbagai kampanye nasional. Salah satunya adalah program “Belanja di Indonesia Aja” yang digagas Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Program ini merupakan kelanjutan dari kampanye “Bangga Buatan Indonesia” yang telah berlangsung sejak 2020.

“Mari kita jadikan program belanja ini sebagai upaya bersama untuk mempertahankan ekonomi nasional dan mendorong UMKM naik kelas. Karena pasarnya sudah kita ciptakan dengan cara berbelanja di dalam negeri,” kata Ismariny.

Budaya Konsumtif yang Masih Terfokus pada Luar Negeri

Ismariny menilai masyarakat Indonesia memiliki budaya konsumtif yang tinggi, namun cenderung tersalurkan saat bepergian ke luar negeri. Hal ini bisa diubah dengan menciptakan pengalaman belanja yang lebih menarik dan bermakna di dalam negeri.

“Orang Indonesia itu senang belanja. Jika mereka melakukan haji atau umroh, pedagang tahu sekali bahwa orang Indonesia pasti ramah dan suka belanja,” ujarnya.

Dengan meningkatkan pengalaman berbelanja di dalam negeri, diharapkan pengeluaran masyarakat dapat dialirkan kembali ke industri nasional. Ini akan berdampak positif terhadap perekonomian, termasuk membuka lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal.

Baca Juga:  Dua Pengendara Sepeda Motor Terlibat Cekcok di Cibanteng Bogor

Strategi Menghidupkan Industri Ritel

Ismariny menegaskan bahwa jalan-jalan ke luar negeri boleh dilakukan, tetapi pengeluaran harus tetap berada di dalam negeri. Dengan begitu, UMKM akan mendapatkan dukungan yang lebih besar, sehingga mampu berkembang dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Langkah-langkah seperti ini tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung produk lokal. Dengan kolaborasi antara pengusaha ritel, pelaku UMKM, dan konsumen, diharapkan industri ritel dapat bangkit dan kembali menjadi motor penggerak perekonomian.

Masa Depan Ritel yang Lebih Berkelanjutan

Kehadiran event dan inovasi dalam dunia ritel bukan hanya sekadar strategi sementara, tetapi juga bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Dengan fokus pada pengalaman pengunjung dan kolaborasi lintas sektor, pusat perbelanjaan dapat menjadi tempat yang tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk bersosialisasi dan menikmati berbagai aktivitas.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan belanja, tetapi juga merasa terhubung dengan komunitas lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara langsung.

Baca Juga:  Realisasi Anggaran Cirebon 2025 Capai 74 Persen di Akhir Tahun

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.