Penyelenggaraan Reuni Alumni UGM dan Komentar dari Roy Suryo
Acara reuni alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan tema “Spirit 80: Guyub Rukun Migunani” yang digelar di Aula Integrated Forest Farming Learning Center, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi perhatian banyak pihak. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara tersebut. Namun, ada beberapa hal yang memicu perhatian khusus dari seorang pakar telematika, Roy Suryo.
Roy Suryo menyampaikan beberapa pendapat mengenai penyelenggaraan acara reuni ini. Ia menyoroti bahwa biasanya acara reuni dilaksanakan menjelang akhir tahun, terutama mendekati Dies Natalis UGM yang jatuh pada bulan Desember atau November. Namun, acara ini digelar di awal tahun ajaran baru, yaitu Juli-Agustus, yang menurutnya tidak lazim.
Selain itu, Roy juga menyindir Jokowi karena tidak memakai kaos biru yang merupakan seragam resmi dalam acara tersebut. Menurutnya, penggunaan kaos biru adalah bagian dari dresscode yang harus dipatuhi peserta. Ia menilai Jokowi mungkin sedang mengalami gejala post power syndrome, yakni kondisi psikologis seseorang yang sulit melepaskan jabatan atau kekuasaan yang pernah dipegangnya.
Penggunaan Kaos Biru Bukan Wajib
Meski demikian, Ketua Angkatan Fakultas Kehutanan UGM, Arief Hidayat, menjelaskan bahwa penggunaan kaos biru bukanlah suatu keharusan bagi peserta acara. Ia menegaskan bahwa acara ini diselenggarakan oleh alumni untuk alumni, sehingga setiap peserta bebas memilih apakah ingin mengenakan seragam tersebut atau tidak. Arief juga menyatakan bahwa kehadiran Jokowi tidak berasal dari perlakuan istimewa, melainkan sama seperti alumni lainnya. Undangan diberikan secara merata, dan Jokowi hadir sesuai kesempatannya.
Perkembangan Kasus Ijazah dan Pernyataan Jokowi
Dalam acara tersebut, Jokowi hadir hanya sebentar namun sempat memberikan sambutan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pandangan terkait kasus ijazah S1 yang sempat menjadi sorotan publik. Saat ini, kasus ini telah naik ke tahap penyidikan, dan Jokowi pernah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya di Polresta Solo. Dalam pemeriksaan tersebut, ia menyerahkan ijazah dari SD hingga lulus S1 dari Fakultas Kehutanan UGM.
Jokowi menegaskan bahwa masalah ijazah ini sudah selesai dan tidak perlu dipersoalkan lebih lanjut. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Rektor UGM, Ova Emilia, yang menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli. Ia menilai tuduhan ijazah palsu terhadap dirinya adalah bentuk politik yang tidak perlu dibuat-buat.
Mengenang Masa Kuliah Kerja Nyata
Selain itu, Jokowi juga menyebutkan bahwa ia pernah melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Boyolali, Jawa Tengah. Ia masih ingat beberapa teman yang ikut dalam KKN tersebut, termasuk dari berbagai fakultas di UGM. Misalnya, ia menyebut Bu Riza dari Fakultas Biologi, Bu Yohana dari Fakultas Hukum, serta Eko dari Fakultas Teknik Geodesi.
Dengan adanya acara reuni ini, Jokowi menunjukkan keterlibatannya sebagai alumni UGM. Meski ada kritik terhadap cara penyelenggaraan acara dan penampilannya, ia tetap hadir dan memberikan pernyataan penting terkait isu ijazah yang selama ini menjadi perdebatan.







