SMP Bekasi Hanya Terima Tiga Siswa Baru

by -195 views
by
SMP Bekasi Hanya Terima Tiga Siswa Baru

Sekolah di Bekasi Hanya Menerima Tiga Siswa Baru untuk Tahun Ajaran 2025/2026

SMP Persada Bhakti yang berada di Kota Bekasi hanya menerima tiga siswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya adalah perempuan dan satu laki-laki. Kepala Sekolah SMP Persada Bhakti, Ai Suratna Sari, mengungkapkan bahwa jumlah siswa baru yang diterima memang sangat sedikit.

Menurut Sari, awalnya sekolah menerima sebanyak 10 berkas pendaftaran calon peserta didik. Namun, saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), hanya tiga siswa yang hadir. Sementara tujuh lainnya tidak datang. Ia juga menyebutkan bahwa ketika ditanyakan melalui WhatsApp, para calon siswa tersebut ternyata tidak jadi masuk ke sekolah tersebut.

Dengan tambahan tiga siswa baru, jumlah total siswa di SMP Persada Bhakti kini menjadi 27 orang. Rinciannya, terdapat tiga siswa di kelas 7, dan masing-masing 12 siswa di kelas 8 serta 9. Sekolah ini telah berdiri sejak tahun 2003 dan pernah memiliki ratusan peserta didik. Namun, jumlah siswa menurun secara drastis setelah pandemi Covid-19 berakhir pada tahun 2023.

Baca Juga:  Dindik Jatim Minta Guru Ajarkan Bahasa Indonesia dengan Menyenangkan

“Setelah pandemi, jumlah siswa mulai menurun. Tahun ini paling drastis, kita hanya mendapatkan tiga siswa. Tahun lalu, jumlahnya sekitar 14,” ujarnya.

Sari berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih agar bisa mengatasi ketimpangan jumlah peserta didik. “Harapan ke depan, semoga pemerintah dapat menutupi kekurangan yang ada agar terjadi pemerataan,” tambahnya.

Di sisi lain, Humas SMP Persada Bhakti, Irwanto, menyampaikan bahwa pihak sekolah tidak khawatir akan tutup. Menurutnya, sekolah terus berupaya meningkatkan fasilitas agar tetap menarik minat calon siswa.

“Kami sedang meningkatkan fasilitas terlebih dahulu. Saat ini, kami sudah mulai merenovasi catnya. Kami juga membuat laboratorium dan memenuhi segala kebutuhan. Jadi, untuk tahun ajaran baru, semua sudah siap,” kata Irwanto.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh pihak sekolah mencerminkan usaha mereka untuk tetap menjaga kualitas pendidikan meskipun jumlah siswa menurun. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi institusi pendidikan dalam menghadapi dinamika demografi dan perubahan kebijakan pendidikan.

Selain itu, penurunan jumlah siswa juga menjadi isu yang perlu diperhatikan oleh pihak terkait. Peningkatan kualitas pembelajaran dan fasilitas tentu menjadi faktor utama dalam menarik minat calon siswa. Namun, selain itu, upaya promosi dan komunikasi yang lebih efektif juga diperlukan agar masyarakat lebih mengenal dan percaya dengan kualitas sekolah tersebut.

Baca Juga:  Layanan SIM Keliling Karawang 2025, Cek Persyaratannya

Dengan situasi seperti ini, sekolah-sekolah yang mengalami penurunan jumlah siswa harus terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Terlebih, di tengah persaingan pendidikan yang semakin ketat, adanya strategi yang tepat akan sangat membantu dalam menjaga kelangsungan hidup sebuah lembaga pendidikan.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.