Suara Penjaga Toko di Mall Soal “Rojali”: Kita Kerja, Tapi Beli Online

by -108 views
by

Fenomena Rojali di Pusat Perbelanjaan Mempengaruhi Omzet Penjual

Di tengah ramainya pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan, banyak penjual mengeluhkan menurunnya omzet penjualan. Hal ini terjadi meskipun jumlah pengunjung cukup tinggi. Salah satu isu yang sering dibicarakan adalah fenomena rojali, yaitu kelompok pengunjung yang jarang melakukan pembelian. Fenomena ini mulai menjadi perhatian khusus para pedagang yang menjual produk secara langsung di toko fisik.

Kurnia Oktavia Utami, penjual alat perlengkapan rumah tangga di mall @Bassura, mengakui bahwa sering kali ada pengunjung yang bertanya dan melihat produknya, tetapi akhirnya memilih untuk membeli secara online. Baginya, hal ini sangat menyebalkan karena usaha pelayanan yang maksimal tidak berdampak pada penjualan.

“Gimana ya, jahat sih. Kita kan juga disini gak bisa dong kayak gitu, dia udah nanya disini dia harus belinya disini gitu loh maksudnya. Jadi kan kayak kita sia-sia gitu, kita udah kerja tapi kok malah beli di online, sedangkan gue disini kan berharap lu juga beli disini gitu,” ujar Kurnia.

Baca Juga:  Soal Informatika Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka Halaman 78 dan Jawaban Uji Pemahaman

Selain itu, Kurnia juga sering menghadapi situasi di mana pengunjung menawar harga dan kemudian pergi tanpa mengucapkan terima kasih. Menurutnya, setidaknya jika tidak jadi membeli, pelanggan sebaiknya memberikan apresiasi atau permintaan maaf.

“Kadang banyak sih yang kayak gitu, udah sampai nawar-nawar, eh gak tahunya tanpa bilang makasih mereka udah kabur maksudnya. Setidaknya kalau pun emang gak jadi beli, maaf ya mbak, kita nanya dulu, makasih gitu kan, kitanya juga enak, jadi ngelayanin ke berikutnya juga kan jadinya, oh iya ibu, silakan ya, liat-liat aja ya mbak, ya gak apa-apa, mungkin dari liat-liat aja mereka jadi sales buat kita kan juga lumayan,” harapnya.

Toko yang dijaga oleh Kurnia hanya memiliki offline store, sehingga pendapatan sangat bergantung pada pengunjung yang datang langsung. Akibatnya, fenomena rojali berdampak signifikan pada omzet. Saat penjualan sedang optimal, Kurnia bisa mencapai omzet hingga Rp 6 juta, namun saat ini rata-ratanya hanya sekitar Rp 4 juta.

Pengalaman Serupa di Tempat Lain

Nysa Rahma, penjual pakaian di Mall City Plaza Jatinegara, Jakarta, juga merasakan dampak dari fenomena rojali. Meski sering menghadapi pelanggan yang bertanya dan tidak jadi membeli, Nysa hanya bisa mengucapkan terima kasih. Ia mengakui bahwa ada sedikit kekesalan dalam hatinya.

Baca Juga:  Persita Tahan Imbang Tamunya, Persib, 2-2

“Iya sih, paling terima kasih aja. Terima kasih ya kak, gitu doang. Paling ngedumel sedikit,” ujar Nysa.

Toko yang ia jaga memiliki online store dan offline store. Namun, tren penjualan di toko offline terlihat menurun. Nysa menyebutkan bahwa penurunan omzet berkisar antara 30% hingga 50%. Sebelumnya, omzet bisa mencapai sekitar Rp 2,7 juta per hari, tetapi kini hanya sekitar Rp 1 juta per hari.

Menurut Nysa, fenomena rojali terjadi karena banyaknya pertimbangan konsumen. Contohnya, ibu rumah tangga yang lebih teliti dalam memilih barang dan memperhatikan harga. Mereka cenderung mencari produk yang lebih murah atau sesuai dengan anggaran yang dimiliki.

“Ya paling dia juga ngeliat ekonomi juga sih. Kalau gitu kan ngeliat balance-nya, harganya. Paling nggak nyari yang murah apa gimana. Jadi ibu-ibu pasti lebih detail nyari yang lebih bagus atau nggak murah,” jelas Nysa.

Ia berharap para pelanggan dapat lebih mempersiapkan anggaran sebelum datang ke toko. Dengan begitu, mereka akan lebih fokus pada barang yang ingin dibeli dan tidak hanya sekadar melihat atau menawar tanpa tujuan jelas.

Baca Juga:  Warga Bekasi Diduga Curangi Listrik, Denda Rp87 Juta Mengancam

“Melihat barang lah ibaratnya. Kalau gitu kan ngeliatin barang, ibaratnya lihat barang juga, lihat duit juga gitu,” harap Nysa.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.