Trump: Saya Presiden Perdamaian, Tawarkan Solusi Damai Kamboja-Thailand

by -130 views
by
Trump: Saya Presiden Perdamaian, Tawarkan Solusi Damai Kamboja-Thailand

Trump Mengklaim Dirinya sebagai “Presiden Perdamaian”

Donald Trump, presiden Amerika Serikat (AS), kembali menunjukkan sifat narsisnya dengan mengklaim dirinya sebagai “Presiden Perdamaian”. Dalam unggahan di akun Truth Social-nya pada Senin (28/7/2025), ia menyatakan bahwa dirinya berhasil mendamaikan Thailand dan Kamboja hanya melalui satu panggilan telepon.

Trump mengatakan bahwa setelah komunikasinya dengan Perdana Menteri Thailand dan Kamboja, kedua negara tersebut telah mencapai gencatan senjata dan perdamaian. Ia juga memuji dirinya sendiri dengan menyatakan bahwa ia telah mengakhiri banyak perang dalam enam bulan masa jabatannya.

“Saya telah mengakhiri banyak perang hanya dalam enam bulan, saya bangga menjadi Presiden Perdamaian!” seru Trump. Klaim ini dilakukan meskipun sebelumnya ia diketahui memiliki keinginan kuat untuk meraih penghargaan Nobel Perdamaian. Trump juga mengaku telah membantu menyelamatkan ribuan nyawa dengan mengakhiri konflik antara Pakistan dan India serta Iran dan Israel.

Kini, Trump tengah berupaya keras untuk menciptakan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia, serta di wilayah Gaza. Beberapa pihak, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telah mengusulkan nama Trump sebagai kandidat Nobel Perdamaian. Sementara itu, Pakistan juga memberikan apresiasi terhadap usaha Trump dalam mendamaikan mereka dengan India.

Baca Juga:  Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014: Tommy Sugiarto Sebatang Kara di Semifinal

Tekanan Diplomatis dan Ekonomi

Dalam percakapan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri Thailand, Trump memberikan tekanan baik secara diplomatik maupun ekonomi. Ia mengancam tidak akan membuat kesepakatan dagang dengan Thailand dan Kamboja selama konflik masih berlangsung.

“Saya mengatakan pada mereka, kami tidak akan bikin perjanjian dagang kalau kalian belum selesaikan perang ini,” ujarnya kepada awak media dari Scotlandia. Trump juga menyatakan bahwa ia siap melanjutkan kesepakatan dagang dengan kedua negara jika perdamaian tercapai.

Ia juga mengumumkan bahwa negosiasi tarif akan dimulai kembali. “Saya telah menginstruksikan tim perdagangan saya untuk memulai kembali negosiasi perdagangan,” kata Trump. Tarif yang diterapkan oleh pemerintahannya akan mulai berlaku pada 1 Agustus mendatang.

Gencatan Senjata Ditetapkan oleh Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa Thailand dan Kamboja sepakat untuk melakukan gencatan senjata tanpa syarat. Gencatan senjata tersebut akan berlaku mulai tengah malam waktu setempat.

Anwar menyampaikan apresiasi kepada pemimpin kedua negara, yaitu Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Plt Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai, atas komitmen mereka terhadap penyelesaian damai. Ia menilai langkah ini sebagai awal penting menuju de-eskalasi konflik dan pemulihan stabilitas kawasan.

Baca Juga:  Maling Motor di Bekasi Dikeroyok Warga Hingga Tewas

Komandan militer dari kedua negara dijadwalkan bertemu pada Selasa (29/7/2025) pagi waktu setempat. Pertemuan ini disebut sebagai langkah awal untuk meredakan ketegangan dan membangun kembali komunikasi militer lintas batas.

Tanggapan dari ASEAN

Menteri Luar Negeri Indonesia menyambut baik gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. Sementara itu, Menlu ASEAN juga menyerukan agar kedua negara segera menghentikan perang. Setelah gencatan senjata ditetapkan, para komandan militer dari Thailand dan Kamboja akan bertemu esok hari untuk memperkuat komunikasi dan menjaga perdamaian di kawasan.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.