JABARMEDIA – Tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jayanugraha, yang terletak di Kampung Simpang, Desa Singasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, saat ini dalam keadaan sangat memprihatinkan. Atap dan langit-langitnya rusak berat dan hampir roboh, sehingga siswa harus belajar di ruangan darurat.
Di beberapa bagian plafon, langit-langit kini telah rusak dan menyisakan celah yang besar. Untungnya, kejadian ini tidak sampai mengenai siswa atau guru yang berada di bawahnya.
Untuk mencegah ancaman yang membahayakan keselamatan siswa dan guru, pihak sekolah bersama komite segera mengambil tindakan dengan mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari ruang kelas yang rusak ke ruangan yang lebih layak.
Namun, karena tidak ada ruangan lain yang memadai, kegiatan belajar siswa kelas VI dialihkan ke ruang seni. Sementara itu, siswa kelas V harus menggunakan ruang perpustakaan, sedangkan siswa kelas IV masih harus belajar di ruang kelas mereka, meskipun kondisinya sudah rusak.
“Karena khawatir atap roboh, proses pembelajaran seluruh siswa kelas V dan kelas VI dipindahkan ke ruangan lain,” kata Kepala SDN Jayanugraha, Dadang, pada Kamis 14 Agustus 2025.
Dadang mengungkapkan, kondisi ruang kelas yang memprihatinkan ini telah terjadi cukup lama. Kemungkinan disebabkan oleh faktor usia bangunan yang menyebabkan bahan-bahannya mulai rusak.
“Kami berharap segera terjadi perbaikan. Sayangnya, siswa kelas V dan kelas VI harus belajar di ruangan darurat,” kata Tina Nurmal, seorang guru SDN Jayanugraha.








