Ngopi di Kebon Awi, Menikmati Ketenangan di Tengah Keramaian Sukabumi

by -212 views
by
Ngopi di Kebon Awi, Menikmati Ketenangan di Tengah Keramaian Sukabumi

JABARMEDIA – Di tengah keramaian Kota Sukabumi, tak terduga ada satu lokasi yang menyajikan ketenangan khas daerah pedesaan. Letaknya berada di wilayah Ciseureuh, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Terdapat sebuah kafe tersembunyi dengan nama ‘Ngopi di Kebon Awi’ yang menawarkan pengalaman menikmati kopi yang jauh dari keramaian perkotaan.

Terletak di balik gang sempit, kafe ini bukan hanya tempat menikmati kopi, juga bukan sekadar kafe modern. Tempat ini menceritakan masa kecil, keluarga, serta tanah yang dulu disebut sebagai rumah.

Saat memasuki area kafe, pengunjung akan disambut oleh barisan pohon bambu dan pepohonan yang lebat dan sejuk. Daun-daun yang bergerak diterpa angin menciptakan suasana tenang, seakan waktu berjalan lebih perlahan di tempat ini.

Desain kafe mengadopsi konsep terbuka dengan dominasi bahan kayu, menghasilkan suasana alami yang selaras dengan lingkungan sekitarnya.

Meja kayu berjejer di tengah hutan, sementara alunan musik akustik yang lembut memperkuat kesan nyaman di sekitar.

Tidak mengherankan, kafe ini kini menjadi topik pembicaraan di kalangan pemuda serta para pekerja yang mencari tempat untuk bersantai atau bekerja dari rumah. Suasana yang tenang dan nyaman membuatnya menjadi ruang sempurna untuk melepas kepenatan dari kesibukan kota.

Baca Juga:  Lokasi SIM Keliling di Cirebon, 22 Juli 2025: Balai Desa Putat dan Samping BJB Gebang

Di tengah perkembangan yang pesat, Ngopi di Kebon Awi menjadi pengingat bahwa sesekali kita harus berhenti sejenak, menikmati secangkir kopi dengan tenang, dan merasakan keindahan alam, meski hanya beberapa langkah dari pusat kota.

Pemilik kafe, Indra Saputra, menjelaskan bahwa nama ‘Ngopi di Kebon Awi’ tidak dipilih secara kebetulan. Kafe ini berdiri di atas lahan bekas kebun yang dimiliki oleh orang tuanya. Tanah tempat ia lahir dan tumbuh dewasa.

“Konsepnya sebenarnya natural homie, yang mirip dengan suasana kebun itu sendiri. Karena dulu memang merupakan kebun dan tempat kelahiran saya, maka nama ‘Ngopi di Kebon Awi’ terasa sangat pribadi,” kata Indra, Minggu (10/08/2025)

Sejak dibuka pada 26 Juli 2025, antusiasme pengunjung terus bertambah. Setiap hari, kafe ini dikunjungi sekitar 150 hingga 300 orang.

Pagi hari umumnya diisi oleh para ibu yang datang setelah berlari pagi, mengikuti pengajian, atau mengantar anak ke sekolah. Siang hari lebih ramai dengan kedatangan karyawan kantoran, dan menjelang sore hingga malam tiba, didominasi oleh kalangan pemuda.

Baca Juga:  Gempa Dangkal Guncang Sukabumi dan Bayah, Banten

Indra mengakui bahwa lokasi kafenya termasuk tidak biasa karena berada di dalam gang sempit. Namun, ia justru memandang hal ini sebagai keunggulan.

“Memang terlihat agak berani, karena aksesnya masuk ke dalam gang. Tapi kami ingin menunjukkan bahwa kafe juga bisa bertahan di dalam gang, dengan menciptakan suasana yang berbeda. Yang dulu dianggap tidak mungkin, sekarang telah terbukti bisa,” katanya.

Dari segi menu, kafe ini menawarkan variasi yang cukup luas. Tersedia berbagai pilihan minuman, hidangan nusantara, serta kombinasi masakan yang menarik.westerndan Tionghoa. Semua tersedia dengan harga yang terjangkau.

“Tarif minuman berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu, sedangkan makanan mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 40 ribu,” katanya.

Menggunakan lahan seluas 3.200 meter persegi, kafe ini bukan hanya sebuah usaha. Namun juga bentuk penghormatan dan hadiah bagi kedua orang tua.

Indra mengingat masa kecilnya ketika melihat orang tuanya bekerja keras merawat kebun. Sekarang, tempat yang sama ia ubah menjadi area yang penuh dengan aktivitas.

Baca Juga:  Harga Emas di Pasar Global Naik, di Pasar Domestik Turun

“Dulunya orang tua saya menggarap dan menanam di sini. Sekarang, mereka dapat menikmati hasilnya tanpa harus berkeringat seperti dulu,” kata Indra dengan penuh perasaan.

Indra berencana menambah beberapa fasilitas baru seperti aviary, playground, fine dining, serta romantic garden, yang tidak hanya meningkatkan daya tarik, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan pengalaman yang lebih luas bagi pengunjung.

Selain itu, Ngopi di Kebon Awi telah memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan sekitar. Tenaga kerja setempat terserap, nilai tanah meningkat, dan perekonomian penduduk juga ikut berkembang.

“Yang kami tawarkan sebenarnya adalah keaslian, bahwa Sukabumi ini penuh dengan kelimpahan dan ketenangan. Suasana tenang dan nyaman yang kami hadirkan, merupakan gambaran dari Sukabumi itu sendiri,” katanya.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.