JABARMEDIA.COM – Tragedi berdarah terjadi di sebuah pesantren di Leuwisadeng, Bogor, Jawa Barat.
Seorang santri 14 tahun nekat menghabisi nyawa temannya sendiri dengan batu dan besi.
Motif mengejutkan terungkap, pelaku menaruh dendam lantaran sering diejek suka sesama jenis.
Seorang santri di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor tewas dengan cara tragis di tangan temannya sendiri.
Korban berinisial FD (15) yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Rahman itu ditimpa batu pada bagian wajah dan dipukul menggunakan besi oleh rekannya berinisal AZ (14).
Motif di balik pembunuhan sadis di lingkungan pendidikan ini dikarenakan pelaku kerap dibully oleh korban.
Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara mengungkapkan, bullyng verbal tersebut sering dialami sehingga pelaku menyimpan rasa dendam terhadap korban.
“Sampai saat ini yang kami dalami hanya itu, jadi yang bersangkutan ABH ini memiliki dendam karena sebelumnya menjadi sasaran bully dari temannya yang dalam hal ini menjadi korban penganiayaan. Pengakuan dari pelaku sering,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Sementara itu, Kanit PPA Polres Bogor, Ipda Ndaru mengungkapkan bullying yang dilakukan oleh korban terhadap pelaku.
Ia mengatakan, pelaku mengaku sering diolok-olok sebagai kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
“Sering terjadi bullying itu dengan mengatakan bahwa suka sesama jenis dan setiap bertemu dengan korban ini, pelaku selalu dikatai seperti itu,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang santri Pondok Pesantren Darul Rahman di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor tewas dengan cara tragis.
Santri yang diketahui bernama Fadil Ulum Hanafiz itu meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan oleh rekannya sesama santri.
Korban yang masih berusia 15 tahun itu dihabisi nyawanya oleh AZ (14) dengan cara yang begitu keji.
Ia menyebut, pelaku masuk ke kamar korban secara diam-diam dan telah menyiapkan sejumlah benda untuk melakukan kekerasan.
“Pada saat itu pelaku sudah membawa satu uah bongkahan batu dan satu buah besi bekas kaki kursi,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (19/9/2025).
Dengan menggunakan sejumlah benda yang sudah dipersiapkannya, pelaku tanpa ampun melakukan penganiayaan terhadap korban.
Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit pada Selasa (16/9/2025).
“Setelah sampai di dalam kamar korban, pelaku langsung memukulkan batu tersebut tepat di bagian muka korban dann memukul besi di area kepala sebanyak lima kali,” ungkapnya.
(Tribunjabar/idram)






