Isu Homoseksual di Balik Pembunuhan Anak di Majalengka, Ini Analisis Medis

by -152 views
by
Isu Homoseksual di Balik Pembunuhan Anak di Majalengka, Ini Analisis Medis

JABARMEDIA – Peristiwa pembunuhan terhadap seorang anak sekolah dasar di Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat masih menjadi perhatian masyarakat.

Warga sekitar mengira, pelaku memiliki alasan penyimpangan seksual dalam tindakan kejam tersebut.

Kepala Desa Sadasari, Abdul Miskab, menyampaikan bahwa isu mengenai motif seksual memang menyebar luas di kalangan masyarakat.

Isu yang beredar di kalangan masyarakat menyebutkan bahwa pelaku mengalami kelainan seksual atau bersifat homoseksual. Namun, kami tidak dapat memastikan kebenarannya, karena hal tersebut termasuk dalam ranah penyelidikan aparat,” ujar Abdul saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/10/2025).

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap alasan pelaku dan belum memberikan pernyataan resmi mengenai isu tersebut. Masyarakat diharapkan tidak melakukan spekulasi sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.

Homoseksual Bukan Gangguan Jiwa

Isu kemungkinan orientasi seksual pelaku sempat memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak orang menganggap homoseksual sebagai bentuk penyimpangan, padahal secara ilmiah hal tersebut tidak termasuk gangguan jiwa atau penyakit mental.

Baca Juga:  Jajang Sukmara, "Ini Tantangan"

Dilansir dari situs Alodokter, homoseksual adalah orientasi seksual yang ditandai oleh perasaan emosional, pribadi, atau seksual terhadap seseorang yang memiliki jenis kelamin yang sama.

Laki-laki yang memiliki orientasi seksual sesama jenis dikenal sebagai gay, sedangkan perempuan disebut sebagai lesbian.

Lembaga kesehatan global seperti World Health Organization (WHO) dan American Psychiatric Association (APA) sudah lama menyatakan bahwa homoseksual bukanlah penyakit jiwa.

Pandangan serupa juga tercantum dalam Panduan Klasifikasi dan Diagnosa Gangguan Jiwa (PPDGJ) III yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI, yang menyatakan bahwa orientasi seksual homoseksual atau biseksual bukan termasuk gangguan jiwa.

Faktor yang Mempengaruhi Orientasi Seksual

Meskipun tidak dianggap sebagai gangguan mental, asal-usul orientasi seksual masih menjadi topik yang diperdebatkan oleh para ilmuwan.

Sampai saat ini belum ditemukan jawaban pasti mengenai penyebab seseorang memiliki orientasi seksual yang homoseksual. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan adanya sejumlah faktor yang mungkin berkontribusi, antara lain:

1. Variasi bentuk otak

Penelitian yang menggunakan teknologi MRI menemukan perbedaan bentuk otak antara orang-orang yang memiliki orientasi seksual homoseksual dan heteroseksual.

Baca Juga:  Update Kondisi Anak Putus Sekolah Korban Kekerasan Seksual di Cianjur, 11 Pelaku Diamankan

Ketebalan korteks cingulate bagian depan dan korteks temporal otak kiri pada sebagian individu homoseksual tercatat sedikit lebih besar dibandingkan dengan individu heteroseksual.

Temuan ini mengindikasikan bahwa perbedaan biologis mungkin berkontribusi dalam menentukan orientasi seksual seseorang, meskipun belum bisa dijadikan jawaban pasti.

2. Faktor genetik

Beberapa teori mengatakan bahwa faktor genetik dan hormon selama masa kehamilan bisa memengaruhi orientasi seksual seseorang.

Sebagai contoh, kelebihan hormon androgen pada janin perempuan diduga berpengaruh terhadap perkembangan orientasi seksual homoseksual. Namun, hasil penelitian ini belum menunjukkan kesimpulan yang pasti.

3. Pengalaman masa kecil atau luka batin

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengalaman negatif saat kecil, seperti pelecehan seksual, dapat memengaruhi orientasi seksual seseorang.

Namun, banyak individu yang tetap berorientasi seksual heteroseksual meskipun mengalami situasi serupa, sehingga faktor ini tidak dapat dianggap sebagai penyebab tunggal.

Ahli-ahli memperingatkan bahwa menghubungkan homoseksualitas dengan tindakan kriminal merupakan kesalahan. Perbuatan kejahatan harus ditangani secara hukum sesuai dengan perbuatannya, bukan berdasarkan orientasi seksual pelakunya.

Baca Juga:  3 Tempat Wisata Paling Menarik di Sukabumi untuk Liburan Natal dan Tahun Baru 2026

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.