JABARMEDIA – Sanggar Anak Desa, yang merupakan bagian dari program literasi Komunitas Belajar Sakola Motekar, berada di Lembur Kaulinan Cibunar, Dusun Desa RT/RW 06/03 Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya. Sebagai komunitas yang mendapatkan Bantuan Pemerintah Komunitas Literasi 2025, TBM menyelenggarakan berbagai kegiatan pelatihan.
Kegiatan diadakan melalui berbagai sesi dan pertemuan yang diselenggarakan di Sakola Motekar, yang menghadirkan pembicara ahli dalam bidangnya. Acara ini dihadiri oleh siswa-siswi dari beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Ciamis serta masyarakat luas.
Loka Karya Dramatic Reading

Kegiatan pertama diadakan pada 25 September 2025 dengan acara Loka Karya Dramatic Reading yang diikuti oleh 60 siswa-siswi dari berbagai SMP selevel yang berada di Ciamis. Materi disampaikan oleh Wida Waridah dari Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kabupaten Ciamis, serta Didon Nurdani, seorang seniman berpengalaman, sebagai pembicara.
Kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh kegembiraan. Peserta tampak antusias mengikuti acara hingga selesai. Mereka menyatakan mendapatkan pengetahuan baru, khususnya dalam mendekati sebuah teks dan metode membacanya.

Acara Kumpul Kreasi Komunitas dan Aktifis Sastra
Kegiatan kedua diadakan pada tanggal 01 Oktober 2025, dengan tema Temu Karya Komunitas dan Penggiat Literasi yang dihadiri oleh 60 peserta dari perwakilan Taman Baca Masyarakat (TBM), komunitas literasi, serta para penggiat perpustakaan dan masyarakat umum yang tertarik pada dunia literasi di Kabupaten Ciamis.
Dr. Nero Topik Abdillah, sebagai ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Nasional, hadir sebagai pembicara. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai dunia literasi yang saat ini sedang giat dikembangkan.

Workshop Membaca dan Menganalisis Teks Keagamaan serta Nadihoman
Rangkaian kegiatan ditutup dengan acara Loka Karya Membaca dan Mengkaji Teks Keagamaan di Nadhoman, yang dihadiri oleh 60 peserta yang mewakili Majlis Taklim yang terdapat di RW 03, Desa Sukajadi.
Meskipun suasana terasa santai, jalannya kegiatan berlangsung dengan penuh kesan. Ditambah lagi dengan paparan materi dari dua pembicara, yaitu Fahmy Farid Purnama, Lc., M.Ag. (ahli tafsir Al-Qur’an), dan K.H. Darid Haidarifan (pemimpin Pondok Pesantren Banyulana, Ciamis) membuat acara menjadi lebih bermakna.

“Penyelenggaraan acara ini menjadi kesempatan yang tepat, karena banyak orang yang telah lupa dengan tradisi membaca nadhoman, dibaan, marhabaan, dan sebagainya. Semoga, di masa depan tradisi tersebut tetap terjaga, agar keturunan kita dapat tetap mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW,” kata K.H. Darif.
Pemilihan materi nadhoman, dibaan, dan shalawat dalam suatu acara, merupakan hal yang jarang dilakukan oleh komunitas literasi lainnya. Oleh karena itu, hal ini menjadi ciri khas tersendiri bagi TBM Sanggar Anak Desa yang mampu memahami dan menerapkan konsep literasi secara menyeluruh.
Seperti yang diungkapkan Nero Topik Abdillah, “saya rasa, TBM Sanggar Anak Desa ini memiliki modal yang cukup banyak. Selain aktivitas di bidang membaca dan menulis, mereka juga telah menjalankan kegiatan dalam literasi budaya dan digital. Selain itu, mereka juga sudah terjalin dengan Jaringan Pendidikan Alternatif, serta lainnya.”
“Saya berharap, pada masa mendatang setiap TBM memiliki ciri khas tersendiri, dan bukan hanya fokus pada kemampuan membaca dan menulis,” tutupnya.







