Tragedi Sepak Bola: Bocah 12 Tahun Tewas Tersambar Petir di Indramayu

by -98 views
by

JABARMEDIA – Rasa duka menghiasi warga Desa Sukaslamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, setelah seorang anak laki-laki berusia 12 tahun meninggal dunia akibat tertimpa petir saat sedang berlatih sepak bola di lapangan desa pada Sabtu 25 Oktober 2025 sore. Korban diketahui bernama Prayoga Arasid, siswa kelas 6 SDN 3 Sukaslamet.

Peristiwa mengerikan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Pada saat itu, beberapa anak sedang bermain dan melakukan latihan sepak bola di lapangan terbuka di Blok Desa RT 04/01, Desa Sukaslamet. Cuaca yang sebelumnya mendung tiba-tiba menjadi sangat ekstrem dengan munculnya petir dan hujan lebat.

Sayangnya, para pemain muda yang sedang fokus bermain belum sempat meninggalkan lapangan.

Berdasarkan keterangan penduduk, suara petir terdengar sangat keras diikuti oleh kilatan cahaya yang menyambar tengah lapangan. Tiba-tiba, beberapa anak terjatuh. “Kami langsung berlari mendekati mereka, ternyata salah satu dari mereka tidak sadarkan diri,” kata seorang warga yang berada di tempat kejadian.

Saksi Prayoga Arasid sempat dievakuasi oleh masyarakat ke rumah terdekat guna mendapatkan pertolongan. Sayangnya, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Tubuh korban mengalami luka bakar di beberapa bagian akibat sambaran petir yang sangat kuat. Masyarakat kemudian memberitahukan peristiwa ini kepada perangkat desa dan aparat kepolisian setempat.

Baca Juga:  Lionel Messi Pemain Terbaik Piala Dunia 2014

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kejadian ini murni disebabkan oleh sambaran petir yang terjadi di area terbuka. Medan yang luas tanpa adanya pohon tinggi memungkinkan sambaran petir dengan mudah mengenai siapa pun yang berada di sekitar.

Korban diketahui adalah anak satu-satunya dari pasangan Almarhum Wardani dan Ibu Lilis. Ayah korban telah meninggal dunia beberapa tahun lalu, dan kini ibu korban harus menerima kesedihan mendalam akibat kehilangan anak tunggalnya. “Lilis sangat terluka, dia tidak menyangka anaknya pergi begitu cepat,” ujar salah seorang kerabat keluarga.

Jenazah Prayoga kini berada di rumah duka yang terletak di Blok Desa RT 04/01 Desa Sukaslamet. Rencananya, upacara pemakaman akan dilaksanakan pada hari Minggu, 26 Oktober 2025 pagi, di tempat pemakaman umum setempat. Banyak warga dan kerabat mulai tiba untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Kepala Desa Sukaslamet menyampaikan rasa duka yang mendalam terhadap peristiwa tersebut. Ia juga meminta warga untuk lebih waspada saat melakukan aktivitas di luar rumah, khususnya ketika cuaca sedang tidak menentu. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar segera mencari tempat yang aman saat hujan disertai petir,” katanya.

Baca Juga:  Harga Kebutuhan Masyarakat Tetap Stabil Jelang Nataru dan Libur Dapur MBG

Cuaca buruk di kawasan Indramayu dalam beberapa hari terakhir memang menimbulkan kekhawatiran. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah memberikan peringatan dini mengenai kemungkinan hujan deras disertai petir dan angin kencang di berbagai daerah Jawa Barat, termasuk Indramayu.

Warga setempat berharap, peristiwa mengerikan ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman petir, terutama di lokasi terbuka seperti lapangan, persawahan, dan pantai.

Mereka juga meminta agar sekolah dan organisasi olahraga memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang keamanan saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Beberapa penduduk menyarankan pemasangan penangkal petir di lapangan desa secepat mungkin untuk mengurangi kemungkinan kejadian serupa di masa depan.

“Lapangan ini kerap dimanfaatkan anak-anak untuk bermain sepak bola. Kami berharap pemerintah desa dapat membantu memasang penangkal petir agar lebih aman,” kata warga lainnya.

Selain itu, tokoh masyarakat dan perangkat desa juga memberikan dukungan kepada keluarga korban melalui penggalangan bantuan sosial. Tindakan solidaritas ini menunjukkan kekuatan semangat gotong royong yang ada di Desa Sukaslamet dalam menghadapi kesedihan.

Baca Juga:  Pekan Depan Aturan Baru Terbit, Kendaraan Mewah Tak Bisa Lagi Beli BBM Subsidi

Sementara itu, pihak polisi Kecamatan Kroya telah melakukan pencacahan dan memastikan tidak ada unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.

Peristiwa ini sepenuhnya disebabkan oleh faktor alam dan tidak mengandung unsur tindak pidana.

Bencana yang menimpa Prayoga Arasid menjadi peringatan bahwa bahaya petir tidak boleh diabaikan begitu saja.

Kesadaran masyarakat untuk segera berpindah ke lokasi yang aman ketika mendengar suara guntur sangat penting dalam menjaga keselamatan nyawa.

Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.