165 Warga Cianjur Terdampak Longsor Siapkan Dokumen, Tunggu Pencairan Dana DTH

by -173 views
by
165 Warga Cianjur Terdampak Longsor Siapkan Dokumen, Tunggu Pencairan Dana DTH

Penerima Dana Tunggu Hunian di Cianjur Mulai Lengkapi Dokumen

Sebanyak 165 warga penerima dana tunggu hunian (DTH) yang rumahnya terdampak parah akibat pergerakan tanah di wilayah Cianjur selatan, Kabupaten Cianjur, telah berhasil melengkapi kelengkapan dokumen persyaratan. Mereka berharap, sisa dana DTH dapat segera dicairkan.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Wangwang, mengatakan bahwa total penerima DTH untuk warga terdampak pergerakan tanah yang masuk dalam surat keputusan (SK) sebanyak 893 keluarga.

”Berdasarkan SK tentang penerima DTH bagi warga terdampak pergerakan tanah, tercatat ada 893 keluarga,” ujarnya pada Kamis 20 November 2025.

Dari total 893 penerima manfaat tersebut, Wangwang menyebutkan bahwa sebelumnya sudah ada 728 keluarga yang berhasil melengkapi berkas persyaratan untuk menerima DTH dan dananya sudah dicairkan atau diproses.

”Sisanya yang sebanyak 165 penerima DTH belum dicairkan. Namun, per Senin, 17 November 2025 kemarin, mereka sudah memenuhi kelengkapan persyaratan tersebut,” tuturnya.

Dengan lengkapnya dokumen tersebut, dia berharap, pencairan dana bagi 165 keluarga tersebut dapat segera dilakukan. ”Sebelumnya, jumlah penerima DTH yang sudah mencairkan sebanyak 436 penerima. Lalu ditambah dari Kecamatan Cikadu, Leles, Naringgul, Sindangbarang, Agrabinta, Kadupandak, dan Cijati, mencapai 213 penerima. Jadi totalnya 649 penerima,” ujarnya.

Baca Juga:  Krisis Air Bersih Meluas di Tasikmalaya

Wangwang menjelaskan bahwa penerima DTH ini secara khusus diberikan kepada warga yang terdampak pergerakan tanah dengan kategori rusak berat. ”Pemkab Cianjur dan dinas terkait masih berupaya agar warga terdampak yang rumahnya rusak ringan dan sedang juga mendapatkan bantuan,” katanya.

Dana Tunggu Hunian dan Stimulan untuk Warga Terdampak

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nurzein mengatakan, warga yang terdampak pergerakan tanah ini menerima dana tunggu hunian sebesar Rp 1,5 juta, untuk tiga bulan ke depan. Warga yang rumahnya rusak berat akibat pergerakan tanah pun akan mendapat dana stimulan sehingga bisa kembali membangun rumah mereka.

  • Dana tunggu hunian ini diberikan sebagai bentuk bantuan sementara, agar warga bisa memenuhi kebutuhan pokok selama masa pemulihan.
  • Dana stimulan diberikan untuk membantu warga dalam membangun ulang rumah yang rusak parah akibat pergerakan tanah.
  • Proses pencairan dana DTH dilakukan setelah semua persyaratan administratif telah lengkap dan diverifikasi oleh BPBD.

Upaya Pemerintah Daerah dalam Pemulihan

Pemerintah Kabupaten Cianjur terus berupaya untuk memastikan bahwa semua warga terdampak pergerakan tanah mendapatkan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini dilakukan guna mempercepat proses pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

  • Dinas terkait bekerja sama dengan BPBD dalam melakukan verifikasi data penerima bantuan.
  • Warga yang masih dalam proses pengajuan dokumen diberi kesempatan untuk melengkapi berkas agar dapat menerima bantuan.
  • Pemkab Cianjur juga berkomitmen untuk memberikan bantuan tambahan bagi warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang.
Baca Juga:  Empat Nama Calon Ketua Umum Golkar, Nama Jokowi Ikut Masuk Bursa 

Tantangan dalam Pencairan Dana

Meski banyak penerima DTH telah berhasil menerima dana, masih ada beberapa tantangan dalam proses pencairan. Salah satunya adalah kelengkapan dokumen yang tidak sepenuhnya terpenuhi oleh sebagian warga.

  • Beberapa warga mengalami kesulitan dalam mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan.
  • Proses verifikasi dokumen memakan waktu dan memerlukan koordinasi antarinstansi.
  • Pemkab Cianjur berharap, dengan adanya bantuan teknis, proses pencairan dana dapat lebih cepat dan efisien.


Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.