Keracunan Makan Bergizi Gratis di Gunung Kidul
Kasus keracunan yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, kali ini di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta. Sebanyak 695 anak diduga mengalami gejala keracunan setelah menerima makanan dari program tersebut. Kejadian ini memicu respons cepat dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menangani situasi yang sedang berlangsung.
Penyelidikan Dilakukan oleh BGN
Menurut pernyataan resmi dari BGN, operasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan MBG telah dihentikan sementara. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
“Kami telah menghentikan sementara operasi dapur MBG,” demikian pernyataan resmi BGN yang dikutip pada Kamis (30/10/2025).
Selain itu, Dinas Kesehatan Gunungkidul telah mengambil sampel hidangan yang dibagikan ke dua sekolah yaitu SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari. Sampel tersebut akan dianalisis untuk mengetahui penyebab pasti dari kasus keracunan ini. Menu yang diberikan pada hari kejadian meliputi nasi, gulai ayam, tahu goreng, serta potongan buah melon.
Petugas juga melakukan pengambilan sampel muntahan dan feses para siswa yang terkena dampak. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses identifikasi penyebab keracunan dan memberikan penanganan yang tepat.
Data Jumlah Siswa yang Terdampak
Bupati Gunungkidul, Endah, menyampaikan bahwa jumlah siswa yang terdampak dugaan keracunan MBG mencapai 695 anak. Kejadian ini terjadi di Kapanewon Saptosari, dan sebagian besar dari mereka adalah murid dari SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari.
“Populasi SMKN 1 Saptosari sebanyak 1.154 anak, yang keracunan 476 anak, termasuk guru ada 10 orang. Dari sekian, 33 siswa yang hari ini izin tidak masuk, belum terkonfirmasi apakah keracunan atau tidak,” ujar Bupati.
Sementara itu, dari SMPN 1 Saptosari, sebanyak 420 anak tercatat, dan 186 di antaranya mengalami gejala keracunan. Seluruh siswa tersebut sudah diperiksa di puskesmas dan RSUD setempat.
Proses Pemeriksaan dan Penanganan
Para siswa yang mengalami gejala keracunan telah mendapatkan pemeriksaan medis secara intensif. Tim kesehatan bekerja sama dengan lembaga kesehatan setempat untuk memastikan kondisi kesehatan mereka stabil. Selain itu, para siswa juga diberikan perlakuan khusus sesuai dengan kondisi kesehatannya masing-masing.
Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk memberikan informasi dan pemantauan lebih lanjut terhadap siswa yang masih dalam proses pemulihan. Diharapkan, kasus ini bisa segera terselesaikan dengan adanya data yang jelas dan akurat dari hasil penyelidikan.
Tindakan Lanjutan
Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan situasi. Hasil analisis sampel makanan dan sampel biologis akan menjadi dasar untuk menentukan tindakan selanjutnya. Selain itu, BGN juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi makanan MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Dalam waktu dekat, akan diadakan rapat koordinasi antara BGN, dinas kesehatan, dan pihak sekolah untuk membahas langkah-langkah pencegahan dan peningkatan kualitas program MBG. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan dapat memastikan kesejahteraan dan kesehatan siswa di masa depan.







