Apakah Otak Manusia Bisa Sepenuh Memori Ponsel?

by -93 views
by
Apakah Otak Manusia Bisa Sepenuh Memori Ponsel?

Otak Bukan Wadah Statik yang Bisa Penuh



Otak bukanlah sebuah wadah statis dengan kapasitas terbatas seperti hard drive pada gawai kita. Sebaliknya, otak merupakan struktur yang sangat plastis dan fleksibel, sebuah konsep yang disebut neuroplastisitas. Kemampuan ini memungkinkan otak untuk terus-menerus merombak dirinya sendiri berdasarkan pengalaman baru yang kita alami.

Unit dasar dari otak adalah sel saraf atau neuron, dan otak manusia diperkirakan memiliki sekitar 86 miliar neuron. Neuron-neuron ini berkomunikasi satu sama lain melalui sinyal listrik dan kimia melintasi celah kecil yang disebut sinapsis. Para ilmuwan meyakini bahwa sinapsis inilah lokasi di mana proses belajar dan pembentukan memori terjadi.

Menariknya, satu memori tidak disimpan dalam satu sel otak tunggal. Setiap memori didistribusikan ke banyak neuron yang terhubung dalam sebuah pola atau jaringan yang disebut engram. Sebagai contoh, ingatan tentang pesta ulang tahun akan mengaktifkan jaringan neuron di berbagai area otak, seperti bagian visual untuk warna balon, pengecap untuk rasa kue, dan emosional untuk rasa senang, secara bersamaan.

Karena satu neuron dapat berpartisipasi dalam banyak jaringan memori yang berbeda, kapasitas penyimpanan otak menjadi sangat besar. Sistem jaringan ini juga membuat memori lebih tangguh; jika beberapa neuron rusak, memori tersebut mungkin masih bisa dipulihkan dari sisa jaringan. Inilah mengapa otak manusia tidak bisa penuh seperti memori HP yang statis dengan ruang penyimpanan terbatas.

Baca Juga:  Rp 1,2 Triliun Bangun Waduk di Ciawi Bogor

Mengapa Kita Bisa Lupa Meskipun Kapasitas Otak Tidak Terbatas?



Dengan sekitar 86 miliar neuron dan 100 triliun sinapsis, kapasitas memori otak hampir tidak terbatas. Jadinya, otak mampu menyimpan kombinasi pola atau jaringan memori dalam jumlah yang sangat besar. Nah, jika kapasitasnya tak terbatas, mengapa kita tidak bisa mengingat segalanya? Menurut Paul Reber, seorang profesor neurosains di Northwestern University, hal ini disebabkan oleh kecepatan proses penyimpanan memori jangka panjang.

Proses yang disebut konsolidasi ini berjalan jauh lebih lambat daripada aliran informasi masif yang kita terima setiap detiknya. Menurut model yang dijelaskan dalam The Conversation, memori terbentuk melalui tiga tahap: sensorik, jangka pendek (working memory), dan jangka panjang. Memori jangka pendek berfungsi sebagai penyimpanan sementara dengan kapasitas sangat terbatas, misalnya saat kita mengingat nomor telepon sesaat sebelum mencatatnya.

Agar bisa masuk ke memori jangka panjang, sebuah informasi harus melewati proses pengulangan atau dianggap penting oleh otak. Bagian otak yang memainkan peran penting dalam proses konsolidasi ini adalah hippocampus. Hippocampus berfungsi sebagai jembatan yang mengubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang yang awet. Setelah terbentuk, memori jangka panjang tidak disimpan selamanya di sana, melainkan diintegrasikan ke bagian otak yang lebih luas yaitu korteks serebral.

Fenomena Lupa Ternyata Penting Agar Otak Tidak Kewalahan



Dalam mekanisme kerja otak, lupa bukanlah sebuah cacat atau kelemahan sistem. Sebaliknya, seperti yang dijelaskan dalam Scientific American, lupa adalah fitur penting yang memiliki keuntungan dalam kehidupan sehari-hari. Otak secara aktif akan menyampingkan informasi lama yang tidak relevan untuk memberi ruang bagi informasi baru yang lebih berguna.

Baca Juga:  Sebanyak 25 Ton Beras Disalurkan Oleh Bupati Bogor Untuk Gerakan Pangan Murah

Contoh sederhananya adalah ketika kamu melupakan nomor PIN kartu ATM yang lama setelah mendapatkan kartu baru. Proses melupakan PIN lama ini membuat akses terhadap informasi baru (PIN baru) menjadi lebih mudah dan cepat. Tanpa mekanisme lupa, informasi lama yang tidak relevan akan terus-menerus mengganggu dan memperlambat proses berpikir kita.

Lupa bisa digambarkan sebagai cara otak menyortir dan mengelola perpustakaan memorinya agar tetap efisien. Korteks prefrontal, bagian depan otak, bertindak sebagai filter yang menentukan memori mana yang paling relevan untuk diakses pada suatu waktu. Otak akan memprioritaskan penyimpanan detail dari kejadian yang unik, sementara untuk hal-hal repetitif seperti perjalanan ke kantor setiap hari, otak hanya akan menyimpan gambaran umumnya saja.

Ada kondisi langka yang disebut sindrom hyperthymestic, di mana penderitanya bisa mengingat hampir setiap detail dalam hidup mereka. Kemampuan ini sering kali menjadi beban, membuat mereka sulit fokus pada masa kini karena terus-menerus terjebak dalam kenangan masa lalu. Ini membuktikan bahwa kemampuan untuk melupakan adalah mekanisme penting untuk memastikan otak kita tidak kewalahan oleh informasi.

Baca Juga:  Jalan Tol Getaci-Tasikmalaya Lebih Disukai Investor daripada Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi

Memori Sifatnya Dinamis, Bukan Rekaman yang Akurat



Sistem memori manusia tidak berevolusi untuk merekam masa lalu dengan akurasi layaknya kamera video. Tujuan utama evolusi memori adalah untuk membantu kita beradaptasi, bertahan hidup, dan membuat prediksi tentang masa depan. Oleh karena itu, otak secara alami akan memprioritaskan penyimpanan informasi yang dianggap berguna untuk menavigasi dunia.

Setiap kali kita mengingat atau menceritakan kembali sebuah memori, prosesnya mirip seperti membuka dan menyimpan ulang (re-save) sebuah file di komputer. Saat dibuka, memori menjadi rentan dan dapat terdistorsi atau bahkan memasukkan informasi baru yang tidak akurat. Inilah yang menjelaskan mengapa kenangan masa kecil antara kamu dan saudaramu bisa berbeda meskipun mengalami peristiwa yang sama.

Seiring berjalannya waktu, detail-detail di pinggiran sebuah memori bisa menjadi kabur atau berubah. Setelah bertahun-tahun, kita sering kali bukan lagi mengingat kejadian aslinya, melainkan mengingat ingatan terakhir kita tentang kejadian tersebut. Hal ini menunjukkan betapa dinamis dan mudah dibentuknya memori manusia.

Jadi, otak manusia bisa penuh seperti memori HP adalah mitos. Hal ini dikarenakan cara kerja otak luar biasa dinamis. Otak terus-menerus merombak, memperkuat, dan bahkan melupakan informasi demi efisiensi dan kelangsungan hidup. Otak manusia akan selalu punya ruang untuk kenangan manis, pelajaran hidup dan tenunan memori baru yang mewarnai hidup kita.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.