BKPRMI Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Guru TK/TPA dengan Grafis dan AI

by -162 views
by
BKPRMI Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Guru TK/TPA dengan Grafis dan AI

Pelatihan Guru TK dan TPA di Tasikmalaya Fokus pada Desain Grafis dan Teknologi AI

Di tengah tantangan era digital yang semakin pesat, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam rangka meningkatkan kemampuan guru-guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), BKPRMI menyelenggarakan pelatihan intensif selama satu hari penuh. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Dakwah Islam Kota Tasikmalaya, Jalan Masjid Agung, pada Rabu (12/11/2025).

Pelatihan kali ini menitikberatkan pada penguasaan desain grafis dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran. Sebanyak 217 peserta hadir untuk mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli di bidang tersebut. Mereka tampak antusias mengikuti berbagai sesi pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menggunakan teknologi modern.

Manfaat Pelatihan bagi Guru dan Siswa

Ketua BKPRMI Kota Tasikmalaya, Nuki Anwar Sidik, menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting dalam mengubah metode ajar di tingkat PAUD dan TK. Tujuannya adalah untuk membuat pembelajaran lebih inovatif dan menyenangkan bagi anak-anak.

Baca Juga:  Pagar Panel Beton Solusi Praktis, Estetis, Dan Aman Untuk Hunian Dan Industri

“Manfaat pelatihan ini sangat besar, yaitu untuk personalisasi pembelajaran, evaluasi otomatis, peningkatan efisiensi, pemantauan kemajuan santri, dan pembuatan media interaktif pembelajaran,” ujarnya.

Menurut Nuki Anwar, teknologi AI mampu menganalisis pola, isi, dan tingkat pemahaman santri. Hal ini memungkinkan guru menyesuaikan materi ajar sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak, termasuk tips menghadapi anak usia dini. Selain itu, AI juga dapat meningkatkan efisiensi administrasi, seperti tugas-tugas administratif, penilaian, dan rekapitulasi data yang bisa diotomatisasi. Hal ini membebaskan waktu guru untuk lebih fokus pada interaksi dengan santri.

Penggunaan Media Interaktif dalam Pembelajaran

Nuki Anwar menekankan pentingnya penggunaan media interaktif dalam pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa guru diharapkan tidak hanya melek dalam pengajaran Al-Qur’an dan surah-surah pendek, tetapi juga mampu berdakwah melalui media yang menarik perhatian anak-anak.

“Pola pembelajaran anak itu yang senangnya permainan, senangnya pola-pola yang begitu, maka dengan pengenalan media grafis ini, pengenalan surah An-Nur diaplikasikan lewat media agar anak senang,” tambahnya.

Contohnya, pembelajaran Surah An-Nur tidak lagi sekadar hafalan lisan, tetapi diaplikasikan melalui media grafis, nyanyian, dan kartun Islami. Hal ini membuat anak lebih tertarik dan mudah memahami materi yang disampaikan.

Baca Juga:  Perjalanan Indosat: Dijual Megawati Hingga Merger dengan Tri

Peran Teknologi dalam Pendidikan Anak

Dengan penguasaan desain grafis dan AI, guru TK/TPA diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan dinamis. Pelatihan ini menjadi bagian dari pembinaan bulanan BKPRMI, yang menekankan bahwa setiap guru harus mampu menguasai materi sekaligus teknologi.

Harapan besar di balik pelatihan ini adalah peningkatan kualitas pembelajaran yang berkolaborasi dengan teknologi. Dengan demikian, proses belajar mengajar bisa menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi anak-anak. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan guru dapat memberikan pengajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.