Perjalanan Indosat: Dijual Megawati Hingga Merger dengan Tri

by -273 views

Ooredoo QPSC (Ooredoo) dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) resmi mengumumkan penandatanganan kesepakatan transaksi definitif. Untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia, yakni PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia.

Dengan mergernya dua perusahaan telekomunikasi tersebut, maka namanya akan menjadi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Perusahaan akan dikendalikan bersama-sama oleh kedua perusahaan tersebut.

Berkembangnya Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi di Indonesia memang selalu mendapatkan perhatian publik. Mulai dari awal pendirian hingga kini bergabung dengan operator telekomunikasi, dan siap menjadi penguasa pasar.

CNBC Indonesia sudah merangkum beberapa keputusan penting dalam 50 tahun lebih Indosat berkiprah di Indonesia yang di kutip Jabarmedia.

Situs resminya mencatat, bahwa Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai perusahaan penanaman modal asing yang menyediakan layanan telekomunikasi Internasional di Indonesia.

Indosat menjadi salah satu perusahaan PMA pertama sejak diberlakukannya UU Penanaman Modal Asing di Indonesia. American Cable & Radio Corporation (ACR) anak perusahaan telekomunikasi AS bernama International Telephone & Telegraph Corporation (ITT) mengawali Indosat dengan modal 6 juta dolar AS.

Lalu pada tahun 1980, pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengakuisisi saham Indosat untuk mendukung program satelit Orde Baru saat itu. Keputusan ini juga sempat mengalami resistensi dari beberapa pihak yang takut jika nasionalisasi akan berdampak buruk pada investasi asing. Karena pemerintah sedang giat-giatnya menghimpun dana asing untuk pembangunan.

Setelah menjadi BUMN, perusahaan ini kemudian melantai ke bursa efek pada tahun 1994. Dia berhasil mengumpulkan dana IPO sebesar Rp 724,85 miliar dari penawaran 103,55 saham (35%) di harga Rp 7.000 per saham.

Setahun setelahnya, Indosat bersama Telkomsel mendirikan perusahaan patungan yang merupakan salah satu operator seluler pertama dan hingga saat ini mendominasi industri telekomunikasi seluler Indonesia, Telkomsel.

Beberapa tahun setelahnya kerja sama ini putus, dengan Telkom kemudian menjadi pengendali tunggal dari Telkomsel setelah membeli saham Indosat. Sementara itu Indosat mengakuisisi saham Satelindo dan mendirikan IM3 untuk menyaingi Telkomsel.

Indosat Dijual Oleh Presiden Megawati

Babak baru yang paling diingat oleh banyak masyarakat Indonesia adalah keputusan divestasi saham Indosat yang dilaksanakan pemerintah dan dimenangkan oleh perusahaan negara tetangga. Singapore Technologies Telemedia Pte Ltd (ST Telemedia). STT sendiri sahamnya dikuasai Temasek milik pemerintah Singapura.

Presiden Megawati menuai kritik pedas atas keputusan menjual saham BUMN telekomunikasi tersebut. Para kritik menganggap Indosat adalah aset strategis, selain itu Indosat juga dianggap sebagai BUMN yang menguntungkan.

Pada 15 Desember 2002, STT mengeluarkan dana US$ 630 juta atau Rp 5,62 triliun (kurs Rp 8.900/US$) untuk pembelian 41,94% saham yang setara 434.250.000 saham seharga Rp 12.950 per saham.

Kekesalan publik mencapai langit-langit setelah lima tahun kemudian STT mendapat untung berlipat dengan menjual seluruh saham PT Indosat Tbk kepada Qatar Telecom QSC (Qtel).

Qatar merogoh dana SG$ 2,4 miliar (US$ 1,8 miliar) atau setara dengan Rp 16,740 triliun menggunakan kurs 9.300/US$ untuk membeli saham Indosat dari tangan STT.

Beberapa bulan jelang penuntasan pembelian Qatar, saham Indosat sebenarnya mengalami tren pelemahan, tercatat selama enam bulan saham ISAT menyusut 40% dari semula Rp 9.350 per saham pada 7 Desember 2007 menjadi Rp 5.650 pada 6 Juni 2021.

Meskipun demikian Qtel tetap membeli Indosat dari Singapura menggunakan harga premium yang mencapai Rp 7.388 per saham.

Qtel yang kala itu memiliki 44 juta konsumen di 16 negara, menyatakan akan membayar tunai pembelian tersebut. Qtel sendiri adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Timur Tengah yang jaringannya tersebar di Asia Pasifik, Amerika dan Eropa.

Setelah dibeli Qatar nama perusahaan berubah menjadi PT Indosat Oorede Tbk.

Kini dalam babak paling baru, Indosat mengumumkan merger dengan perusahaan telekomunikasi asal Hong Kong, CK Hutchison Holdings Limited.

Merger ini menyebabkan CK Hutchison menerima saham baru di Indosat Ooredoo hingga 21,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Artikel ini sudah tampil di CNBCIndonesia

About Author: Damar Alfian

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.