PayPal Tertekan Pasar, Siapkan PHK Massal dan Kembali ke AI untuk Jadi Perusahaan Teknologi

by -
by
PayPal Tertekan Pasar, Siapkan PHK Massal dan Kembali ke AI untuk Jadi Perusahaan Teknologi

Perubahan Strategi PayPal yang Berfokus pada Kecerdasan Buatan

PayPal sedang melakukan perubahan besar dalam strateginya, dengan menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai fondasi utama untuk kembali menjadi perusahaan teknologi. Perubahan ini dilakukan di tengah tekanan pasar dan rencana pemangkasan tenaga kerja, yang menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi tantangan yang semakin berat dalam industri yang semakin bergantung pada penggunaan AI.

Perubahan ini mencerminkan upaya PayPal untuk mempercepat transformasi operasionalnya, mulai dari pengembangan produk hingga efisiensi biaya. CEO PayPal, Enrique Lores, menyatakan bahwa perusahaan perlu “berkomitmen kembali pada fondasi,” termasuk menjadi perusahaan teknologi lagi. Penekanan ini menunjukkan arah kepemimpinan baru yang fokus pada transformasi teknologi di tengah tekanan pasar dan ekspektasi investor.

Dalam paparan kinerja kuartal pertama, Lores menegaskan bahwa keunggulan perusahaan saat ini ditentukan oleh kemampuan berinovasi. Ia menyatakan bahwa perusahaan terdepan menemukan cara untuk membedakan diri melalui inovasi, dan sekarang adalah saatnya PayPal mengambil tindakan. Langkah-langkah yang dimaksud mencakup modernisasi platform teknologi, percepatan transisi menuju sistem berbasis komputasi awan, serta “mengadopsi AI secara agresif dalam proses pengembangan kami.”

Baca Juga:  Rekam Jejak Idah Syahidah Wakil Gubernur Gorontalo yang Dilantik Prabowo,Putri Asli Solo

Selain itu, Lores menekankan bahwa pemanfaatan AI akan meningkatkan produktivitas pengembang sekaligus mempercepat waktu peluncuran produk. Namun, di balik langkah tersebut, terdapat pengakuan implisit bahwa PayPal belum sepenuhnya memanfaatkan AI secara internal, meskipun teknologi ini telah menjadi standar baru dalam pengembangan perangkat lunak global.

Sebagai perbandingan, perusahaan teknologi konsumen lain seperti Spotify telah lebih cepat dalam menerapkan AI. Pada Februari 2026, Spotify menyebut bahwa pengembang utamanya hampir tidak lagi menulis kode secara manual sejak Desember, seiring pemanfaatan AI. Bahkan, muncul praktik pengukuran internal berbasis penggunaan token AI untuk menilai intensitas eksperimen tim pengembang.

Di sisi lain, PayPal mulai mengakselerasi langkahnya dengan membentuk tim khusus “transformasi dan penyederhanaan AI.” Lores menegaskan bahwa “perubahan yang dimungkinkan AI akan sangat signifikan, dan ini bukan sekadar mengadopsi AI sebagai teknologi… melainkan memahami bagaimana kita dapat merancang ulang proses-proses utama,” sebuah pendekatan yang diyakini akan mendorong efisiensi dalam skala besar.

Restrukturisasi dan Agenda Efisiensi

Restrukturisasi ini berjalan paralel dengan agenda efisiensi. PayPal menargetkan penghematan setidaknya USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 26,1 triliun dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Langkah-langkah ini mencakup penyederhanaan struktur organisasi dan pengurangan lapisan manajemen.

Baca Juga:  12 Batu Mulia Langka yang Berharga, Jadi Koleksi Pribadimu

Menurut laporan Bloomberg, perusahaan juga berencana memangkas sekitar 20 persen tenaga kerja, atau lebih dari 4.500 posisi. Kombinasi antara adopsi AI dan pemangkasan tenaga kerja ini memperkuat kritik global bahwa efisiensi teknologi sering kali membawa konsekuensi sosial yang signifikan.

Perubahan Struktural dan Fokus pada Bisnis Utama

Secara struktural, PayPal juga merombak bisnisnya menjadi tiga segmen utama: solusi checkout dan PayPal, layanan keuangan konsumen termasuk Venmo, serta layanan pembayaran dan kripto. Ketika ditanya mengenai kemungkinan pemisahan Venmo, Lores menyatakan bahwa langkah saat ini merupakan yang paling rasional, seraya menegaskan, “Prioritas utama saya adalah memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.”

Meski mencatat pendapatan kuartal pertama sebesar USD 8,4 miliar, naik 7 persen secara tahunan, proyeksi kuartal berikutnya dinilai lemah. Kondisi ini memperpanjang tren penurunan pascapandemi yang telah memangkas lebih dari 80 persen nilai saham PayPal sejak puncaknya pada 2021.

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Dengan demikian, pergeseran PayPal yang kini berporos pada AI merupakan upaya strategis untuk mengejar ketertinggalan dalam persaingan teknologi global. Namun, efektivitas langkah ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan menyeimbangkan efisiensi, inovasi, serta dampak sosial dari transformasi yang dijalankan.

Baca Juga:  Pasca-Pemangkasan SOTK, Bupati Karawang Sidak ke OPD Pastikan Kehadiran Pegawai

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.