Penggeledahan Rumah Terduga Pelaku Ledakan Dadaha Tasikmalaya

by -
by
Penggeledahan Rumah Terduga Pelaku Ledakan Dadaha Tasikmalaya

JABARMEDIA – Aparat kepolisian merampungkan penggeledahan di rumah kontrakan pria berinisial AAS (28) yang berlokasi di Kp. Gunung Koneng, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (12/7/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut atas insiden ledakan yang mengguncang kawasan Kompleks Olahraga Dadaha Tasikmalaya pada Sabtu malam sebelumnya.

Proses penggeledahan tersebut berlangsung dengan pengawalan ketat dan disaksikan langsung oleh istri AAS serta pengurus lingkungan setempat. Ketua RT setempat, Ade Mumu, mengungkapkan bahwa polisi menyita sedikitnya 13 item barang bukti dari dalam rumah tersebut, termasuk senjata tajam dan literatur tertentu.

“Ada 13 barang bukti, di antaranya tadi kelihatan ada bedil mimis (senapan angin), belati, buku jihad, kalau yang lain saya tidak tahu,” kata Ade Mumu.

Mengenai sosok AAS, Ade menjelaskan bahwa pria tersebut baru tinggal di lingkungan mereka sekitar dua bulan. AAS diketahui berasal dari Cipatujah, wilayah pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya, namun cenderung tertutup dalam kehidupan bertetangga.

“Memang agak tertutup, jadi setiap dia datang ke rumah dia pergi lagi. Jarang bersosialisasi. Istrinya orang sini, kalau dia katanya dari Cipatujah,” kata Ade. Sehari-hari, AAS diketahui mencari nafkah sebagai pedagang minuman di lokasi yang menjadi titik ledakan.

Baca Juga:  Frank Ferrer Keluar dari Guns N' Roses Setelah 19 Tahun Sebagai Drummer

“Yang saya tahu dia berjualan es teh di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan itu dipicu oleh perselisihan antara AAS dengan pedagang lain berinisial E. AAS disinyalir merasa terganggu dengan ulah E yang kerap membuat onar saat berada di bawah pengaruh alkohol. Tak lama setelah cekcok memuncak, suara ledakan keras terdengar dari lokasi kejadian.

Penyelidikan Intensif dan Pengamanan Saksi

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami apakah ledakan tersebut merupakan unsur kesengajaan atau ketidaksengajaan. Termasuk mendalami kemungkinan adanya motif terorisme di balik perselisihan personal tersebut.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, mengonfirmasi bahwa penyelidikan intensif tengah berjalan setelah pihaknya menerima laporan dari UPTD Dadaha.

“Dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan-penyelidikan sampai dengan sekarang dan nanti mungkin hasilnya akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata Andi.

Andi menambahkan, saat ini polisi telah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Ketiganya masih berstatus sebagai saksi guna mencocokkan fakta-fakta di lapangan dengan temuan barang bukti.

Baca Juga:  Ini Dia 3 Tempat Pemandian Air Panas di Bogor

“Untuk sementara, terakhir tadi pagi kita mengamankan tiga orang untuk kita mintai keterangan yang bersangkutan terkait seputaran peristiwa yang sudah terjadi,” ujar Andi. “Ya, ini nanti hasil dari penyelidikan kami berdasarkan hasil keterangan yang bersangkutan nanti akan kami kolaborasikan dan kami gelar (perkara),” imbuhnya.

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, Kapolres memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Ia pun meminta masyarakat tetap tenang dan menjaga kondusivitas lingkungan.

“Alhamdulillah sampai saat ini situasi masih kondusif dan korban tidak ada. Imbauan untuk masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban sesama warga dan saya minta juga untuk saling bisa mengerti, untuk bisa saling memahami satu dengan yang lainnya sehingga kehidupan bermasyarakat bisa lebih aman,” papar Andi.

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.