Inovasi WoodPlastic dari BRIN, Alternatif Bioplastik Berbasis Kayu
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi WoodPlastic, sebuah alternatif bioplastik berbasis kayu yang sepenuhnya berasal dari sumber alami. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk berkontribusi terhadap pengurangan limbah plastik serta mendukung pengembangan ekonomi hijau. Meskipun bahan utamanya berasal dari sumber alami, WoodPlastic diklaim tidak akan mengganggu keberlangsungan sumber pangan.
Peneliti Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Prabu Satria Sejati, menjelaskan bahwa WoodPlastic merupakan hasil riset studi doktoral di Université de Lorraine, Prancis. Material ini memanfaatkan serbuk kayu atau lignoselulosa lainnya, seperti bambu dan rotan. Bahan-bahan tersebut kemudian direaksikan dengan asam lemak, tanpa tambahan polimer termoplastik sintetis.
WoodPlastic memiliki sifat translusen, fleksibel, serta hidrofobik atau tahan air. Dari segi kekuatan mekanik, material ini berada di antara polietilena (PE) dan polipropilena (PP), yang selama ini menjadi standar pada kemasan plastik industri. Kelebihan lainnya adalah produk ini dapat didaur ulang dengan cara dilelehkan ulang dan dicetak kembali sesuai kebutuhan.
“Produk akhirnya 100 persen bahan alami dan tidak mengambil sumber pangan seperti pati. Dengan demikian, material ini tidak berdampak pada ketahanan pangan,” ujar Prabu melalui keterangan tertulis.
Terkait manfaat ekologisnya untuk jangka panjang, Prabu menyatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penelitian mengenai pengujian biodegradabilitasnya. Menurutnya, teknologi ini juga memiliki proses produksi yang relatif sederhana dan tidak menggunakan pelarut kimia, sehingga dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.
Potensi Aplikasi WoodPlastic di Berbagai Sektor
Keunggulan WoodPlastic tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu menjadi opsi material berkelanjutan di berbagai sektor. Material ini memiliki potensi untuk diaplikasikan dalam pembuatan kemasan, industri tekstil, pembuatan produk medis seperti patch, hingga untuk interior kendaraan pada industri otomotif.
Menurut Prabu, pengakuan internasional terhadap riset ini telah diwujudkan melalui paten Prancis nomor FR2205776, dengan daftar inventor dari Prancis dan Indonesia. Prabu mengungkapkan, saat ini bahkan salah satu merek fashion mewah Eropa telah menunjukkan ketertarikan dalam pengembangan WoodPlastic. Ini menunjukkan bahwa material ini dapat digunakan untuk industri luxury (barang mewah).
Kolaborasi untuk Percepatan Hilirisasi Teknologi
Dengan inovasi ini, BRIN membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra industri untuk percepatan hilirisasi teknologi. “Inovasi WoodPlastic menjadi bukti kontribusi nyata BRIN dalam menghadirkan solusi material masa depan yang berkelanjutan, fungsional, dan mendukung transisi Indonesia menuju industri yang lebih hijau,” kata Prabu.
Keunggulan Utama WoodPlastic
Berikut beberapa keunggulan utama dari WoodPlastic:
- Bahan Alami: WoodPlastic terbuat sepenuhnya dari bahan alami seperti serbuk kayu dan lignoselulosa, tanpa campuran polimer sintetis.
- Sifat Fisik yang Baik: Material ini memiliki sifat translusen, fleksibel, dan tahan air.
- Kekuatan Mekanik yang Kompetitif: Kekuatan mekaniknya berada di antara polietilena (PE) dan polipropilena (PP), dua jenis plastik yang umum digunakan dalam industri kemasan.
- Daur Ulang Mudah: WoodPlastic dapat didaur ulang dengan cara dilelehkan kembali dan dicetak ulang sesuai kebutuhan.
- Ramah Lingkungan: Proses produksi WoodPlastic relatif sederhana dan tidak menggunakan pelarut kimia, sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan.
Tantangan dan Langkah Selanjutnya
Meski WoodPlastic menawarkan banyak keuntungan, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah pengujian biodegradabilitas yang sedang dilakukan untuk memastikan dampak lingkungan jangka panjang. Selain itu, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat dengan sektor industri agar WoodPlastic dapat segera diterapkan secara luas.
Dengan inovasi ini, BRIN tidak hanya memberikan solusi untuk masalah limbah plastik, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan. WoodPlastic menjadi contoh nyata bagaimana penelitian lokal dapat menciptakan dampak global.








