Harga Telur Melonjak di Cirebon, Program MBG Diduga Penyebabnya

by -125 views
by
Harga Telur Melonjak di Cirebon, Program MBG Diduga Penyebabnya

Harga Telur Ayam di Cirebon Masih Tinggi

Harga telur ayam di pasar tradisional Kabupaten Cirebon masih tetap tinggi pada pekan terakhir Oktober 2025. Harga yang tercatat mencapai Rp31.500 per kilogram, angka yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.

Lonjakan harga ini terjadi bersamaan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai sekolah dan posyandu. Program ini diduga menjadi salah satu faktor utama meningkatnya permintaan telur di pasar lokal.

Pantauan Bisnis di Pasar Sumber, salah satu pasar tradisional terbesar di Cirebon, menunjukkan bahwa harga telur ayam berkisar antara Rp31.000 hingga Rp31.500 per kilogram. Pedagang mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi sejak awal bulan, meskipun sebelumnya sempat turun ke level Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

Heri, seorang pedagang telur di Pasar Sumber, menjelaskan bahwa tingginya permintaan dari program pemerintah menjadi faktor utama kenaikan harga. “Kata bandar (telur) sudah banyak diborong buat MBG,” ujar Heri, Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, pasokan dari peternak lokal belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan. “Peternak telur ayam di sekitar Cirebon masih terbatas. Kalau ada permintaan besar dalam waktu singkat, otomatis harga naik,” katanya.

Baca Juga:  Warga Bantul Produksi Deterjen Ramah Lingkungan Hadapi Pasar ASEAN

Fluktuasi harga telur di Cirebon bukan hal baru. Namun, program Makan Bergizi Gratis membuat permintaan meningkat lebih cepat dari biasanya. Di sisi lain, sebagian pedagang melihat kenaikan ini sebagai peluang bisnis.

“Memang berat bagi konsumen, tapi bagi kami pedagang, ini momen di mana stok cepat habis. Kita harus pintar mengatur pasokan supaya tetap untung,” kata Heri.

Selain dipengaruhi program Makan Bergizi Gratis, faktor cuaca juga disebut turut berperan. Hujan deras beberapa pekan terakhir membuat distribusi telur dari peternak di daerah sekitar sempat terganggu.

Hingga saat ini, pedagang mengaku belum ada tanda harga telur akan turun. Heri memperkirakan, harga telur kemungkinan baru stabil kembali setelah permintaan dari sekolah mereda dan pasokan dari peternak bertambah.

“Kalau stok lancar, bisa turun lagi ke Rp25.000-Rp26.000 per kilogram,” katanya.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.