Inisiatif TFFF: Pendanaan untuk Pelestarian Hutan Tropis
Indonesia telah menyatakan keterlibatannya dalam inisiatif Tropical Forest Forever Facility (TFFF), sebuah program yang bertujuan untuk membiayai pelestarian hutan tropis. Inisiatif ini diajukan oleh Brasil dan akan diumumkan menjelang pelaksanaan COP 30 Konferensi Perubahan Iklim PBB di negara tersebut bulan depan.
Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam TFFF merupakan komitmen dari pemerintah. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, pada Rabu, 29 Oktober 2025. Hashim menegaskan bahwa gagasan TFFF telah disampaikan oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
TFFF akan diluncurkan bersamaan dengan deklarasi yang akan dilaksanakan pada 6 November 2025 dalam sesi Leaders Summit Conference of the Parties (COP) ke-30 di Belém, Brasil. Acara ini dikenal sebagai pintu gerbang Hutan Amazon. Inisiatif ini dirancang bersama komite pengarah interim yang terdiri dari negara-negara tropis seperti Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Indonesia, dan Malaysia, serta lima negara sponsor yaitu Prancis, Jerman, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Inggris.
Duta Besar Brasil untuk Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Henrique Ferraro, menjelaskan bahwa mekanisme ini akan memberikan insentif jangka panjang dan berkelanjutan bagi negara-negara yang memiliki hutan hujan tropis. Selain itu, presiden Brasil juga mengumumkan kontribusi sebesar US$ 1 miliar untuk TFFF. Ferraro menekankan pentingnya memastikan sumber daya yang signifikan mencapai mereka yang melindungi dan memulihkan hutan di lapangan, terutama masyarakat adat dan komunitas lokal.
Ida Bagus Made Bimantara, Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN, Kementerian Luar Negeri, menilai bahwa Indonesia dan Brasil, bersama dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan, memiliki hutan tropis yang berperan penting dalam mengatur iklim global. Negara-negara tersebut tidak hanya melestarikan keanekaragaman hayati tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan.
Bimantara sepakat bahwa TFFF membawa kerangka kerja pembiayaan inovatif untuk mengatasi kesenjangan. “Dukungan terhadap inisiatif seperti ini sangat penting agar hutan tropis tetap lestari dan terus berkontribusi pada stabilitas iklim global serta pelestarian keanekaragaman hayati,” ujarnya.
Selain dukungan dari pemerintah, Greenpeace juga memberikan apresiasi terhadap TFFF. Mereka menilai inisiatif ini menyediakan peluang untuk mendukung pendanaan iklim maupun keanekaragaman hayati dari luar forum resmi seperti COP Perubahan Iklim dan COP Biodiversitas. FFF juga mengadopsi pendanaan langsung ke masyarakat adat.
Syahrul Fitra, Global Project Lead Forest Solution Greenpeace, mengatakan bahwa pendanaan langsung ke masyarakat adat bisa mendukung agenda-agenda konservasi dan masyarakat adat yang membutuhkan pendanaan cukup besar. “Ini menjadi langkah penting dalam mendukung upaya perlindungan hutan dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Inisiatif TFFF menunjukkan komitmen global dalam menjaga hutan tropis, yang merupakan salah satu aset alam terpenting bagi planet Bumi. Dengan kolaborasi antara negara-negara tropis dan negara sponsor, TFFF berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan dan mendukung masyarakat setempat.







