Jangan Tertipu, Dokter Ungkap Bahaya Vape untuk Stroke

by -78 views
by
Jangan Tertipu, Dokter Ungkap Bahaya Vape untuk Stroke

Pengaruh Nikotin pada Tubuh, Baik dari Rokok Maupun Vape

Nikotin memiliki dampak yang sama terhadap tubuh, baik berasal dari rokok konvensional maupun vape. Zat ini menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke, termasuk pada usia muda. Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Neurologi Subspesialis Neurovaskular RS Pondok Indah, Bambang Tri Prasetyo, Sp.N, Subsp.N.I.O.O.(K), FINS.

Kerusakan Pembuluh Darah Akibat Nikotin

Nikotin merusak dinding pembuluh darah dengan menyebabkan luka dan penumpukan plak, sehingga menyempit secara perlahan. Proses ini tidak terjadi dalam semalam, tetapi berlangsung secara bertahap. Dampaknya bisa memicu Transient Ischemic Attack (TIA), atau serangan stroke mini, yang menyebabkan kelumpuhan sementara.

“Mungkin awal-awal dia hanya serangan TIA. Jadi lumpuh sebelah, sekian menit atau jam, dia pulih,” ujar Bambang dalam media briefing virtual.

TIA menjadi tanda bahwa suplai darah ke otak mulai terganggu. Untuk mendeteksi tingkat penyempitan pembuluh darah, pemeriksaan seperti USG karotis, CT scan kontras, atau angiografi sangat diperlukan.

Baca Juga:  Pujian JK, Buya Syafi'i, Samad dan Khofifah untuk Jokowi

Risiko pada Mata: “Stroke Mata”

Selain mengganggu otak, nikotin juga dapat memengaruhi pembuluh darah di mata. Kondisi ini sering disebut sebagai stroke mata, yang ditandai dengan gangguan penglihatan mendadak hingga gelap total.

“Makanya ada istilah strok mata, karena tiba-tiba dia gelap,” ujar Bambang.

Pembuluh darah karotis yang sudah rusak dapat mengurangi aliran darah ke arteri oftalmik yang memberi pasokan ke mata. Penanganan cepat dengan obat pengencer darah sangat penting untuk mengembalikan aliran darah.

Jangan Remehkan Vape

Meski vape tidak menghasilkan asap seperti rokok tradisional, zat nikotin dan bahan kimia lainnya tetap berbahaya bagi kesehatan. Sebagian pengguna merasa lebih “aman” karena tidak batuk atau tidak bau asap. Namun, secara medis, kerusakan berlangsung senyap dan bisa muncul dalam bentuk stroke mendadak.

Bahaya ini semakin mengancam jika dibarengi gaya hidup tidak sehat, seperti kurang tidur, stres, makanan cepat saji, dan minim olahraga, yang banyak terjadi pada generasi muda urban.

Langkah Pencegahan

Untuk mengurangi risiko stroke terkait rokok atau vape, masyarakat disarankan:

  • Menghindari konsumsi nikotin dalam bentuk apa pun
  • Melakukan pemeriksaan pembuluh darah jika pernah mengalami gejala TIA
  • Menjaga pola hidup sehat dan rutin berolahraga
  • Mewaspadai gangguan penglihatan atau kelemahan tiba-tiba meski hanya beberapa menit
  • Segera ke IGD bila mengalami gejala stroke mendadak
Baca Juga:  Pembebasan Lahan Tol Cikopo-Palimanan Sempat Bermasalah

Stroke bukan hanya penyakit orang tua. Gaya hidup modern membuat risikonya bergeser ke usia muda, bahkan mereka yang terlihat sehat. Menjaga pembuluh darah berarti menjaga masa depan tubuh dan otak.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.