
Wakil Rektor I ITS Prof Herman Sasongko mengatakan, nama tiga fakultas itu memang baru. Namun, sebagian program studi di dalamnya tidak baru. Misalnya, desain produk industri yang masih masuk fakultas teknik sipil dan perencanaan (FTSP).
Selain fakultas desain dan industri kreatif, bakal ada fakultas teknik kebumian. Jika sudah terbentuk, fakultas itu terdiri atas prodi teknik geofisika dan prodi teknik geologi. Sekarang prodi teknik geofisika masih ada di dalam FTSP. Prodi teknik geologi yang sekarang belum terbentuk akan berdiri sendiri. Sebab, ITS ingin mempunyai Pusat Studi Geospasial (PSG). PSG dirancang untuk menyajikan sistem informasi geografi dalam bentuk grafik maupun tabel. Tujuannya, para stakeholder mudah dalam membaca data tata ruang kota, kondisi lingkungan, pertanian, perikanan, ataupun untuk antisipasi bencana.
Fakultas baru lain ialah fakultas teknik dan sains terapan (FTST). Dalam fakultas itu, bakal dikumpulkan semua sekolah vokasi (D-3, D-4, dan magister terapan) di ITS. Menurut Herman, FTST didirikan supaya mahasiswa dari sekolah vokasi tidak beranggapan mereka adalah lapisan kedua.
Herman mengatakan, tiga fakultas baru tersebut tengah memasuki tahap pengajuan. Diprediksi tidak sampai akhir tahun, tiga fakultas itu terealisasi.
(JPNN)






