Karawang Berdemo: Ratusan Buruh, Petani, dan Mahasiswa Desak Kenaikan Upah dan Cabut Perbup Eksploitatif

by -73 views
by
Karawang Berdemo: Ratusan Buruh, Petani, dan Mahasiswa Desak Kenaikan Upah dan Cabut Perbup Eksploitatif

Aksi Massal Ratusan Ribu Warga Karawang Tuntut Perubahan

Ribuan massa yang terdiri dari para pekerja, petani, dan mahasiswa berkumpul di depan kantor Bupati Karawang pada Rabu, 12 November 2025. Mereka menuntut solusi atas berbagai masalah yang dinilai mengganggu kehidupan rakyat.

Massa aksi bergerak dari berbagai titik lokasi, dengan semangat perlawanan yang tinggi. Mereka menggunakan tagline “Karawang Poek” sebagai simbol penolakan terhadap kondisi yang dianggap tidak adil. Dari kawasan industri hingga pelosok desa, mereka melakukan konvoi menuju gerbang kantor bupati di Jalan A. Yani, Karawang Barat.

Kepadatan peserta aksi cukup besar, sehingga aparat kepolisian harus menutup satu jalur Jalan A. Yani dan mengalihkan arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan dan bentrok. Setibanya di lokasi, pengunjuk rasa memegang puluhan poster bertuliskan “Karawang Poek” (Karawang Gelap) sebagai simbol kekecewaan terhadap kepemimpinan Bupati Aep Syaepuloh.

Mereka menyampaikan berbagai tuntutan yang dianggap mendesak, mulai dari isu ekonomi, ketenagakerjaan, hingga kebijakan publik yang dinilai tidak pro-rakyat kecil.

Baca Juga:  POLDA Jabar Geser Pasukan Kawal Surat Suara

Sembilan Tuntutan Krusial

Tuntutan utama dalam aksi ini mencakup pencabutan Perbup No. 19 Tahun 2025 tentang pemagangan dan kenaikan upah buruh 2026 sebesar 10 persen. Selain itu, mereka menuntut reformasi agraria sejati, pembangunan industrialisasi berbasis desa, serta penghapusan sistem outsourcing untuk menciptakan lapangan kerja formal.

Poin paling penting adalah penolakan terhadap segala bentuk PHK dan desakan agar bupati membatalkan rencana kenaikan tunjangan DPRD Kabupaten Karawang. Salah satu pengunjuk rasa, Rudi, menyebut bahwa aksi ini murni bentuk kekecewaan terhadap kebijakan daerah yang dianggap merugikan pekerja, terutama buruh muda.

Hujan Deras Tak Menghalangi

Hingga sore hari (pukul 15.20 WIB), massa masih bertahan menanti perwakilan pemerintah daerah untuk berdialog, dengan ancaman akan melanjutkan aksi jika tuntutan diabaikan. Sekitar pukul 16.00 WIB, hujan deras mengguyur lokasi unjuk rasa, namun para demonstran tetap bergeming meneriakkan tuntutan mereka.

Akhirnya, beberapa perwakilan massa diizinkan masuk dan diterima langsung oleh Bupati Aep Syaepuloh serta Ketua DPRD Endang Sodikin di ruang rapat. Di dalam ruangan, perwakilan buruh, Dion Untung Wijaya, kembali menegaskan sembilan tuntutan utama, khususnya aspirasi kenaikan upah 10 persen di tahun 2026.

Baca Juga:  Usai Cekik PKL, Oknum Anggota Satpol PP Minta Maaf

Menanggapi tuntutan itu, Bupati Aep berjanji akan memusyawarahkan kenaikan upah bersama dewan pengupahan daerah dan akan mengevaluasi Perbup No. 19 Tahun 2025 dalam waktu 14 hari. Bupati Aep menegaskan semua tuntutan telah diterima dan akan ditindaklanjuti melalui musyawarah bersama pihak terkait, meskipun keputusan akhirnya tergantung hasil musyawarah tersebut.

Massa Bubarkan Diri

Menjelang Magrib, di bawah guyuran hujan lebat, massa akhirnya membubarkan diri sambil berjanji akan kembali untuk menagih hasil musyawarah yang telah dijanjikan bupati.


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.