Kasus Bullying SMA di Indramayu Berakhir Damai

by -104 views
by
Kasus Bullying SMA di Indramayu Berakhir Damai

Kasus Bullying di SMAN 1 Losarang Diselesaikan Secara Damai

Pihak sekolah dan kepolisian setempat telah berhasil menyelesaikan kasus dugaan bullying yang dialami seorang siswa oleh kakak kelasnya di SMAN 1 Losarang, Kabupaten Indramayu. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri masalah ini dengan saling memaafkan, dan pelaku menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Proses penyelesaian ini dilakukan melalui mediasi antara orang tua korban dan pelaku. Mediasi ini difasilitasi oleh pihak sekolah dan Polsek Losarang, pada Kamis (20/11/2025). Meskipun sebelumnya proses mediasi sempat berlangsung alot, akhirnya kedua belah pihak mencapai kesepakatan bersama.

Setelah mediasi, enam orang laki-laki yang merupakan siswa kelas 11 dan kelas 12 terlihat tertunduk saat dinasehati oleh kepala sekolah. Mereka kemudian melakukan sungkem sambil menangis kepada orang tua masing-masing yang hadir di ruangan mediasi. Beberapa dari mereka bahkan mencium kaki ibunya, sementara ibu-ibu tersebut juga terus menangis sambil mengelus punggung putranya. Selain itu, para pelaku juga meminta maaf kepada kepala sekolah dan guru.

Baca Juga:  Menteri PPPA pastikan mengawal penanganan kekerasan seksual pada anak di Cianjur

Kepala SMAN 1 Losarang, Ade Sumantri menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di belakang sekolah pada Rabu (19/11/2025). Saat itu, dalam rangka memperingati Milad SMAN 1 Losarang, diadakan perlombaan yang diikuti oleh para guru dan siswa. Diketahui ada beberapa siswa yang menyelinap ke belakang hingga terjadilah peristiwa tersebut.

Dari keterangan yang diperoleh, sebelum terjadi peristiwa, korban mengacungkan jari tengah. Hal ini membuat kakak-kakak kelasnya merasa tersinggung dan memicu terjadinya peristiwa seperti dalam video berdurasi 18 detik yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, korban diikat kaki dan tangannya.

Menurut Ade Sumantri, tindakan yang dilakukan oleh pelaku sebenarnya hanya gurauan. Namun, dalam video yang beredar di media sosial, hanya menampilkan potongan adegan tanpa menunjukkan keseluruhan peristiwanya. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan luka pada tubuh korban. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tidak terjadi kekerasan fisik terhadap korban dalam peristiwa itu.

Meski demikian, Ade tetap memberikan sanksi kepada keenam pelaku. Namun, sanksi tersebut bersifat edukatif, yakni dengan menjadikan mereka sebagai duta anak baik sekolah.

Baca Juga:  Menikmati "Ayam Setan" dengan Nuansa Luar Angkasa

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP M Fajar Gemilang melalui Kapolsek Losarang AKP Hendro Ruhanda menuturkan bahwa permasalahan tersebut saat ini sudah terselesaikan dengan baik melalui proses mediasi yang dihadiri semua pihak yang terlibat.

“Alhamdulillah sudah terselesaikan dengan kesepakatan bersama dan kedua pihak sudah saling memaafkan,” ujar Hendro.

Peristiwa yang Terjadi di Belakang Sekolah

Peristiwa ini terjadi dalam konteks acara perayaan Milad SMAN 1 Losarang. Pada waktu itu, banyak siswa yang ikut serta dalam perlombaan yang diadakan. Namun, beberapa siswa terlihat menyelinap ke belakang sekolah, sehingga memicu peristiwa yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Dari informasi yang didapatkan, korban awalnya mengacungkan jari tengah. Tindakan ini membuat beberapa kakak kelas merasa tersinggung dan akhirnya melakukan tindakan yang kemudian ditangkap oleh kamera dan beredar di media sosial.

Proses Penyelesaian Masalah

Setelah video tersebut beredar, pihak sekolah dan kepolisian langsung bertindak. Mereka melakukan mediasi untuk mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak. Proses ini berjalan cukup alot, namun akhirnya kedua belah pihak bisa mencapai kesepakatan bersama.

Baca Juga:  Profil Bernardus Prasodjo: Sang Kreator Di Balik Seni Khong Guan, Alumni Terkenal ITB

Selain itu, para pelaku juga diwajibkan untuk melakukan sungkem dan meminta maaf kepada orang tua masing-masing. Mereka juga diminta untuk meminta maaf kepada kepala sekolah dan guru. Ini dilakukan sebagai bentuk pengakuan atas kesalahan mereka.

Tanggapan dari Pihak Sekolah dan Kepolisian

Kepala sekolah, Ade Sumantri, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pelaku hanya gurauan. Namun, karena video yang beredar hanya menampilkan bagian-bagian tertentu, masyarakat mungkin salah paham tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak ditemukan luka pada tubuh korban, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada kekerasan fisik yang terjadi. Meski demikian, Ade tetap memberikan sanksi kepada pelaku, namun dalam bentuk edukatif.

Di sisi lain, Kapolsek Losarang, AKP Hendro Ruhanda, menyampaikan bahwa kasus ini telah diselesaikan secara damai melalui mediasi. Ia mengapresiasi langkah yang diambil oleh pihak sekolah dan keluarga terkait.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.