Kasus Influenza Meningkat Pasca-Covid, Pemerintah Harus Perbarui Vaksin?

by -80 views
by
Kasus Influenza Meningkat Pasca-Covid, Pemerintah Harus Perbarui Vaksin?

Penyebab Lonjakan Kasus Influenza dan Peran Vaksin

Guru Besar Mikrobiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Tri Wibawa, mengingatkan pemerintah untuk segera memperbarui vaksin influenza mengingat peningkatan kasus penyakit ini dalam satu bulan terakhir di Indonesia. Menurutnya, vaksin influenza harus diperbaharui setiap musim berdasarkan hasil pemantauan global terhadap strain virus yang sedang beredar.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan per 9 Oktober 2025, terjadi lonjakan signifikan pada kasus influenza. Pada minggu ke-40, jumlah pasien positif influenza meningkat hingga 55 persen. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit ini kembali menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Tri menjelaskan bahwa virus influenza memiliki potensi untuk berevolusi secara dinamis. Kemampuan bermutasi, melakukan rekombinasi, dan percampuran genetik antarvarian membuat virus ini sangat cepat berubah. Perubahan ini menyebabkan munculnya varian baru yang dapat mengurangi efektivitas kekebalan populasi, baik yang berasal dari vaksin maupun infeksi alami sebelumnya.

Dua mekanisme utama yang menyebabkan penurunan efektivitas kekebalan adalah antigenic drift dan antigenic shift. Tri menduga bahwa virus influenza yang muncul belakangan, terutama setelah pandemi Covid-19, merupakan varian yang berbeda dari sebelumnya. Hal ini bisa menyebabkan tubuh manusia tidak lagi mengenali virus tersebut, sehingga respons imun menjadi terlambat dan kurang efektif.

Baca Juga:  411 Siswa di Bandung Barat Keracunan MBG, Dapur yang Pasok Makanan Ditutup

Faktor yang Mempengaruhi Penyebaran Influenza

Respons kekebalan tubuh manusia terhadap virus influenza berbeda-beda pada setiap individu. Sistem imun bekerja dengan cara mengenali komponen-komponen dari virus yang pernah masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperbarui vaksin agar sesuai dengan strain virus yang beredar saat ini.

Selain itu, mobilitas warga yang kembali tinggi pasca-pandemi dan perubahan musim juga berdampak pada pola penyebaran influenza. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan dan memperburuk situasi kesehatan masyarakat.

Dalam situasi ini, pemerintah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan melalui beberapa langkah. Beberapa di antaranya adalah penguatan surveilans epidemiologi, peningkatan cakupan vaksinasi influenza bagi kelompok rentan, serta edukasi masyarakat tentang perilaku hidup bersih.

Pentingnya Vaksin Influenza dan Pneumonia

Akademisi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY), Farindira Vesti Rahmasari, menyarankan masyarakat tidak mengabaikan vaksin influenza maupun pneumonia. Influenza bisa memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga:  Akibat Longsor, Akses Soreang-Ciwidey Terputus

Vaksin ini sangat membantu menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan berat atau ISPA. Farindira menilai naiknya kasus ISPA di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Yogyakarta, salah satunya disebabkan oleh meningkatnya mobilitas pascapandemi. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak balita.

Farindira menambahkan bahwa kelompok berisiko tinggi tidak hanya terbatas pada balita dan lansia, tetapi juga individu dengan penyakit kronis atau sistem imun yang lemah. Jika tidak segera ditangani, ISPA dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti bronkitis, pneumonia, bahkan gagal napas.

Infeksi yang awalnya hanya terjadi di saluran pernapasan atas bisa berkembang menjadi radang paru. Dalam kondisi berat, infeksi ini bisa menyebar ke organ lain hingga menyebabkan sepsis. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.

Langkah Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Untuk mengurangi risiko penyebaran influenza dan ISPA, diperlukan upaya pencegahan yang lebih intensif. Selain vaksinasi, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Misalnya, mencuci tangan secara rutin, menghindari kerumunan, serta menggunakan masker saat berada di tempat umum.

Baca Juga:  Inter Island Cup 2012 : Persib Lolos ke Semi Final

Pemerintah dan lembaga kesehatan juga perlu terus memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan cara mencegah penyebaran penyakit. Dengan kesadaran yang tinggi dan tindakan preventif yang tepat, risiko penyebaran influenza dan ISPA dapat diminimalisir.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.