Keunikan Kuliner Garut yang Menggugah Selera
Kabupaten Garut tidak hanya dikenal dengan pemandangan alam yang indah, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang menarik perhatian para wisatawan. Setiap sudut kota ini menyimpan cita rasa khas Sunda yang autentik, mulai dari camilan manis hingga hidangan berkuah hangat yang legendaris. Wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik utama bagi siapa saja yang berkunjung ke daerah yang sering disebut sebagai “Swiss van Java”.
Beberapa makanan khas Garut yang sangat populer antara lain Dodol Garut, Burayot, dan Soto Garut. Ketiga hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga mudah ditemukan dengan harga terjangkau. Mulai dari dodol dalam kemasan yang bisa dibeli di toko oleh-oleh, burayot yang tersedia di pasar tradisional, hingga semangkuk soto legendaris yang bisa dinikmati di kedai-kedai tua di pusat kota Garut.
1. Dodol Garut
Dodol Garut adalah makanan manis yang telah menjadi ikon oleh-oleh khas daerah ini sejak puluhan tahun lalu. Terbuat dari campuran ketan, santan, dan gula aren atau gula merah, dodol memiliki tekstur kenyal dan rasa legit yang khas. Produk ini sangat cocok untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Harga:
– Untuk produk dodol kemasan dari merek seperti PICNIC, harga mulai dari sekitar Rp 22.000 untuk ukuran 250 gram.
– Untuk kemasan yang lebih besar (1 kg), harga bisa mencapai sekitar Rp 79.500.
Cara mendapatkannya:
– Bisa dibeli sebagai oleh-oleh di sejumlah toko oleh-oleh di Garut atau pusat oleh-oleh di Sentra Bunderan Tarogong Garut.
– Tersedia juga secara online melalui marketplace, dengan pengiriman ke berbagai wilayah.
Catatan:
– Pastikan kemasan masih segel.
– Jika membeli banyak untuk oleh-oleh, cari yang ukuran besar atau paket grosir agar lebih murah per gram.
2. Burayot
Burayot adalah kue tradisional khas Garut yang terbuat dari tepung beras dan gula aren. Awalnya, kue ini disajikan dalam acara adat khitanan menurut penelitian. Teksturnya kenyal, rasanya manis dari gula aren, dan bentuknya unik.
Harga:
– Misalnya untuk merek Simadu: kemasan 10 biji sekitar Rp 20.000, sedangkan kemasan 20 biji sekitar Rp 30.000.
– Di marketplace harga juga bervariasi, misalnya isi 21 pcs sekitar Rp 40.000.
Cara mendapatkannya:
– Bisa dibeli langsung di Garut, khususnya daerah Kadungora dan sekitarnya, di toko kue atau outlet Burayot Simadu.
– Tersedia juga di marketplace dalam bentuk kemasan oleh-oleh.
Catatan:
– Karena bersifat kue basah/goreng, pastikan kemasan rapat agar awet untuk dibawa pulang.
3. Soto Garut
Soto Garut adalah kuliner berkuah hangat yang populer di kawasan ini. Salah satu contohnya adalah Soto Ahri yang disebut sebagai “kuliner legendaris di Garut”. Kuahnya kental, rempah terasa, dan tersedia pilihan daging ayam atau sapi.
Harga:
– Satu porsi soto ayam + nasi sekitar Rp 28.000.
– Sedangkan soto sapi + nasi sekitar Rp 32.000.
– Untuk hanya soto tanpa nasi, harga bisa lebih rendah (misalnya sekitar Rp 22.000–26.000) untuk ayam.
Cara mendapatkannya:
– Kunjungi kedai/kaki lima di Garut Kota atau Kabupaten Garut yang spesialis soto, misalnya lokasi Jl. Panjiwulung No.4, Paminggir, Garut Kota untuk Soto Ahri.
– Perhatikan jam buka: banyak kedai soto buka pagi hingga siang atau sore; datang lebih awal agar tidak kehabisan.
Catatan:
– Karena ini makan langsung di tempat, cocok untuk makan santai saat wisata.
– Jika membawa pulang, bisa pesan bungkus tapi pastikan kuah tetap panas agar cita rasanya maksimal.









