Wisata Kuliner Khas Banjar di Desa Jingah Babaris Menarik Perhatian Warga
Di Desa Jingah Babaris, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, suasana pagi setiap akhir pekan terasa berbeda. Sejak pukul 06.00 Wita, halaman PAUD Desa Jingah Babaris mulai ramai dengan warga yang datang untuk mencari aneka kuliner khas Banjar.
Pasar kuliner ini hanya buka setiap Minggu pagi dari pukul 06.00 hingga 08.30 Wita. Dalam waktu dua jam lebih, lapak-lapak sederhana yang berjejer di halaman sekolah itu diserbu pembeli. Tidak heran karena pasar ini menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitar dan luar daerah.
Inspirasi dari Daerah Lain
Kepala Desa Jingah Babaris, Mahrani, mengungkapkan bahwa ide membangun wisata kuliner ini terinspirasi dari daerah lain seperti Jogja dan Bandung. Ia mengatakan:
“Awalnya dapat inspirasi waktu jalan-jalan ke wisata kuliner di luar daerah. Kami ingin juga meningkatkan ekonomi masyarakat lewat olahan khas Banjar di desa sendiri.”
Saat ini, sebanyak tujuh pedagang kuliner yang seluruhnya warga setempat menempati lapak di pasar tersebut. Mereka menjajakan lebih dari 20 jenis makanan tradisional, mulai dari pais, pundut nasi, apam, kue lapis, hingga ketupat kandangan dan berbagai wadai khas Banjar lainnya.
Kualitas Bahan yang Terjaga
Menariknya, semua makanan yang dijual bebas bahan pengawet dan pemanis buatan. Mahrani menjelaskan:
“Kami larang pedagang memakai bahan kimia tambahan. Jadi semuanya alami.”
Hal ini membuat para pengunjung merasa nyaman dan percaya dengan kualitas makanan yang disajikan.
Lokasi yang Strategis
Wisata kuliner ini berjarak sekitar 3 kilometer dari nol kilometer Bundaran Tugu Sirang Pitu, Kota Rantau atau sekitar 90 kilometer dari Bandara Syamsuddin Noor, Kota Banjarbaru dengan waktu tempuh sekitar 2 jam lebih 15 menit.
Bupati Tapin H Arifin Arfan yang meresmikan pada tahun 2021, bertepatan dengan momen Desa Jingah Babaris mewakili Kabupaten Tapin dalam lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Daya Tarik Bagi Pengunjung
Tidak hanya warga lokal, pengunjung juga datang dari luar Tapin untuk mencicipi kuliner khas ini. Salah satunya mantan Wakil Bupati Tapin, H Sufian Noor, yang mengaku rutin datang setiap Minggu pagi.
“Alhamdulillah, pasar rakyat Desa Jingah Babaris ini luar biasa. Wadai-wadai baharinya enak-enak. Favorit saya pisang goreng batilanjang,” ungkapnya sambil tersenyum.
Menurutnya, pasar kuliner ini tak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ajang silaturahmi warga Tapin.
“Biasanya jam tujuh sudah di sini. Sekalian kumpul dengan teman-teman, sama-sama menikmati kuliner khas Banjar,” ucapnya.
Harapan untuk Masa Depan
Mahrani berharap wisata kuliner ini bisa terus dikembangkan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak agar semakin dikenal luas.
“Harapan kami, pasar kuliner ini jadi daya tarik wisata Tapin dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa,” tutupnya.








