Petani Majalengka Diminta Waspada Serangan Hama Tikus Saat Musim Tanam Rendeng

by -75 views
by
Petani Majalengka Diminta Waspada Serangan Hama Tikus Saat Musim Tanam Rendeng

Peringatan untuk Petani di Musim Tanam Rendeng

Pada musim tanam rendeng, para petani diminta untuk lebih waspada terhadap ancaman hama seperti tikus, penggerek batang, dan wereng. Kondisi ini terjadi karena peralihan dari musim kemarau ke musim rendeng yang membuat tikus baru beranak dan mengalami kelaparan. Selain itu, musim kupu-kupu juga bisa terjadi setelah ulat bertelur.

Engkus Kusnadi, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Majalengka, serta Budi dari POPT Kertajati menyarankan agar para petani melakukan gropyokan untuk membasmi tikus. Mereka menjelaskan bahwa pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sebelum tanam dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Geropyokan
  • Pengemposan
  • Pemanfaatan musuh alami predator
  • Pemasangan rubuha
  • Penggunaan umpan beracun dengan rodentisida

Menurut Engkus, seusai musim kemarau, tikus cenderung kekurangan makanan. Namun, saat ini mereka sedang berkembang biak, sehingga membutuhkan banyak makanan. Kondisi ini bisa membahayakan tanaman padi yang baru disemai atau ditanam.

Budi menambahkan bahwa selain serangan hama, penyakit kresek dan blas juga harus diwaspadai oleh para petani.

Baca Juga:  Arah Perkembangan XRP 2025: Teknologi dan ETF

Ketersediaan Pupuk untuk Musim Tanam Rendeng

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka memastikan stok pupuk untuk musim tanam rendeng tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan para petani.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menjelaskan bahwa saat ini petani di sebagian besar wilayah Majalengka sudah mulai menggarap lahan, kecuali daerah yang lahannya baru selesai panen bawang merah. Penggarapan lahan dipercepat agar target tanam tahun ini seluas 41.055 hektare dapat tercapai.

Selain itu, petani diharapkan bisa melakukan tiga kali tanam untuk sawah pengairan teknis, sementara sawah tadah hujan bisa digarap dua kali. Hal ini bertujuan untuk mendukung target swasembada pangan nasional.

Menurut Gatot, varietas padi yang ditanam diserahkan kepada para petani sesuai dengan wilayah masing-masing. Saat ini, varietas inpari 32 menjadi yang paling diminati oleh petani.

Mengenai ketersediaan pupuk, Gatot memastikan bahwa stok mencukupi untuk masa tanam pertama. Distribusi pupuk dari pemerintah akan dilakukan pada Januari 2026, sehingga musim tanam rendeng akan menggunakan sisa kuota yang ada.

Baca Juga:  Kisah Penjaga Pintu Air Katulampa: Kalau Musim Hujan Siap Tidak Tidur


About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.